Pusat Informasi Ruqyah di Lampung

Follow by Email

Materi Tentang Umroh

Materi Tentang Umroh

 Materi  Tentang Umroh


 DALIL DISYARIATKANNYA UMRAH

Hukum dari ibadah umroh menurut yang telah disampaikan oleh Allah pada Al Qur’an dan Hadits ialah;

  • Pada Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 196:


“Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh Karena Allah”

  • Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW


Di dalam Hadits nabi menyebutkan dalam beberapa hadits mengenai umroh itu sendiri. Diantara hadits-hadits terebut adalah

عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حِجَّةً (رواه ابن ماجه)

Artinya:“ Umroh pada bulan Ramadlan itu setara dengan Haji”

 

HUKUM DAN DASAR UMRAH

Kalangan ahli fiqh menyepakati legalitas umroh dari segi syara’ dan ia wajib bagi orang yang disyariatkan untuk menyempurnakannya. Namun mereka berbeda pendapat mengenai hukumnya dari segi wajib dan tidaknya ke dalam dua arus pendapat berikut.

Pertama, sunnah mu’akkadah. Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad menurut salah satu versi pendapat, juga Abu Tsaur dan kalangan mazhab Zaidiyah. Pendapat mereka didasarkan atas sabda Nabi SAW tatkala ditanya tentang umrah, apakah ia wajib atau tidak? Beliau menjawab,” Tidak. Namun jika kalian umrah, maka itu lebih baik,”                              

Alasan lain, umrah adalah nask (ibadah) yang pelaksanaannya tidak ditentukan waktu, maka ia pun tidak wajib sebagaimana halnya thawaf mujarrad.

Kedua, wajib, terutama bagi orang-orang yang diwajibkan haji. Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih diantara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri. Pendapat ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan lainnya, dan mereka bersepakat bahwa pelaksanannya hanya sekali seumur hidup sebagaimana halnya haji.[1][4]

 

Hukum umrah adalah wajib sebagaimana juga hukum haji, karena perintah untuk melakukan umrah itu selalu dirangkaikan Allah dengan perintah melaksanakan haji, umpamanya pada al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 196 dan 158.

 

PENGERTIAN UMROH


Pengertian umroh dari segi bahasa ialah berkunjung. Artinya, umroh ini dapat juga dikatakan bahwa umroh ialah suatu perbuatan menyengaja dengan mendatangi tempat yang biasa selalu dikunjungi. Hal ini tersebut karena umroh boleh untuk dilakukan kapan pun (tanpa terikat waktu, seperti halnya ibadah haji yang hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah saja setiap setahun sekali).

Perjalanan Umroh Merupakan perjalanan mengunjungi Ka’bah untuk menjalani serangkaian ibadah (Thawaf & Sa’i Tahallul) dengan persyaratan dan ketentuan yang dimana telah disampaikan di Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasulullah SAW.

Ibadah Umroh (Haji Kecil)

Selain pengertian umroh yang telah dipaparkan di atas, umroh juga disebut hajjul asghar (haji kecil), umroh ini menurut bahasa berarti “berkunjung”, dan menurut istilah syar’i adalah “berkunjung ke Baitullah, yang didalamnya untuk melakukan thawaf, sa’i, dan bercukur demi mengharap ridho Allah”.

Semua tata cara umroh yang dilakukan dalam ibadah umroh ini telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan kita tidak boleh mengubah dan berkreativitas sesuai dengan kehendak kita.

 

Umrah dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Umrah yang terpisah dari haji (mufradah). Waktunya sepanjang tahun, menurut kesepakatan semua ulama mazhab. Namun waktu yang paling utama menurut Imamiyah adalah bulan Rajab. Sedangkan menurutt yang lain adalah bulan Ramadhan.


 

  1. Umrah yang terpadu atau bersama haji (tamattu’). Orang yang beribadah (haji) harus melakukan umrah terlebih dahulu, kemudian melakukan amalan-amalan haji pada satu kali perjalanan, sebagaimana yang dilakukan oleh para jamaah haji yang datang dari berbagai negara yang jauh dari Mekah al-Mukarramah. Waktunya adalah pada bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Zhulqa’dah dan Dzulhijjah, menurut kesepakatan mazhab. Namun mereka berbeda pendapat tentang bulan Dzulhijjah, apakah satu bulan penuh termasuk haji, atau sepertiga pertama? Menurut orang yang mengatakan bahwa umrah itu wajib, gugurlah kewajiban itu bila telah melakukan umrah yang bersama atau terpadu denagn haji.



Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh


Syarat umroh

  1. Diperuntukkan bagi umat Islam

  2. Baligh


Anak kecil tiak diwajibkan berhaji atau pun umrah, baik yang sudah mumayyiz maupun yang belum. Kalau sudah mumayyiz ia naik haji atau umrah maka sah, tetapi pelaksanaan haji atau pun umrah yang sebelum mumayyiz itu merupakan sunnah dan kewajiban melaksanakan haji atau pun umrah tidak gugur. Setelah baligh dan bisa atau mampu, ia wajib melaksanakan haji atau pun umrah lagi, menurut kesepakatan ulama mazhab.

  1. Berakal sehat


Orang gila sebenarnya tidak mempunyai beban atau bukan seorang mukallaf. Kalau dia naik haji atau umrah dan dapat melaksanakan kewaiban yang dilakukan oleh orang yang berakal, maka haji atau umrahnya itu tidak diberi pahala dari kewajiban ittu, sekalipun pada waktu itu akal sehatnya sedang datang kepadanya. Tapi kalau gilanya itu musiman dan bisa sadar (sembuh) sekitar pelaksanaan haji atau umroh, sampai melaksanakan kewajiban dan syarat-syaratnya dengan sempurna, maka dia wajib melaksanakannya. Tapi kalau diperkirakan waktu sadarnya itu tidak cukup untuk melaksanakan semua kegiatan-kegiatan haji atau umrah, maka kewajiban itu gugur.

  1. Merdeka


Maksud dari merdeka ini adalah tidak berstatus sebagai budak (hamba sahaya dimasa Rasulullah Saw yang dimasa modern ini hampir tidak ditemukan di dunia). Istilah merdeka juga bisa diartikan bebas dari tanggungan hutang dan tanggungan nafkah keluarga yang ditinggalkan.

  1. Istitha'ah (mampu)


Secara sepakat para ulama mazhab menetapkan bisa atau mampu itu merupakan syarat kewajiban haji atau pun umrah, berdasarkan firman Allah SWT dari surat Ali ‘Imron ayat 97

 

Rukun Umroh

Rukun umrah sama dengan haji kecuali kehadiran di Arafah. Sedangkan wajib umrah juga sama dengan wajib haji kecuali hadir di Muzdalifah, melempar dan bermalam di Mina. Semua larangan yang harus dipenuhi selama haji juga harus dihindarkan selama melaksanakan umrah, hanya masa pelaksanaan umrah itu lebih pendek daripada haji.

Umrah dapat dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan haji. Adapun pelaksanaan ihram untuk keduanya ada tiga kemungkinan:

  1. Ihram untuk haji dilakukan terlebih dahulu dan selesai haji dilakukan ihram untuk umrah. Cara seperti ini disebut ifrad.

  2. Ihram umrah dilakukan terlebih dahulu dari miqatnya, kemudian menyelesaikan umrah, kemudian ihram untuk haji langsung dari Mekah, untuk selanjutnya melaksanakan haji. Cara seperti ini disebut tamattu’. Bila umrah dan haji dilaksanakan dalam bentuk ini, pelakunya dikenakan dam dalam bentuk memotong seekor kambing di tempatnya, kalau tidak mampu, harus puasa tiga hari waktu melaksanakan haji dan tujuh hari setelah tiba di tempat. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat al-Baqarah ayat 196.


Artinya:”Barangsiapa ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam musim haji) wajib ia menyembelih seekor korban yang mudah didapat. Bila ia yidak mendapatkannya hendaklah berpuasa tiga hari sewaktu haji dan tujuh hari bila telah kembali. (QS. Al-Baqarah:196)

  1. Umrah dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan haji dengan satu ihram. Cara pelaksanaan seperti ini disebut qiran. Bagi yang melaksankan haji dan umrah secara qiran diwajibkan membayar korban sebagaimana yang berlaku pada tamattu’.[2][5]


 

Adapun Rukun dalam ibadah umrah dibagi menjadi empat bagian yang mana tidak sah suatu ibadah umrah jika tidak mengerjakan rukun-rukun tersebut, rukun umrah antara lain :[3][6]

  1. Ihram


Bagi orang yang hendak beribadah umrah, maka ia wajib melakukan ihram krena hal tersebut bagian dari rukun umrah. Dalam ihram ada tiga hal yang wajib dilakukan yaitu:

  1. Niat


Tidak ada perbuatan yang dilakukan dengan sadar tanpa adanya niat. Niat sebagai motivasi dari perbuatan, dan niat merupakan hakikat dari perbuatan tersebut. Dengan kata lain jika berihram dalam keadaan lupa atau main-main tanpa niat maka ihramnya batal.

  1. Talbiyah


Lafadz talbiyah adalah:“labbaikallahumma labbaika, la syarika laka labbaika, innal hamda wan ni`mata laka wal mulka la syarika laka”. Waktu membaca talbiyah bagi orang yang berihram, dimulai dari waktu ihram dan disunnahkan untuk membaca terus sampai melempar jumrah `aqobah.

  1. Memakai pakaian ihram


Para ulama madzhab sepakat bahwa lelaki yang ihram tidak boleh memakai pakaian yang terjahit, dan tidak pula kain sarung, juga tidak boleh memakai baju dan celana, dan tidak boleh pula yang menutupi kepala dan wajahnya. Kalau perempuan harus memakai penutup kepalanya, dan membuka wajahnya  kecuali kalau takut dilihat lelaki dengan ragu-ragu. Perempuan tidak boleh memakai sarung tangan, tetapi boleh memakai sutera dan sepatu.

 

  1. Tawaf


Tawaf merupakan salah satu dari rukun umrah yang wajib dilaksanakan, adapun mengenai pembagiannya, ulama membagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Tawaf qudum


Tawaf ini dilakukan oleh orang-orang yang jauh (bukan orang mekkah dan sekitarnya) ketika memasuki mekkah. Tawaf ini menyerupai sholat dua rakaat tahiyatul masjid. Tawaf ini hukumnya sunnah, dan yang meninggalkannya tidak dikenakan apa-apa.

  1. Tawaf ziarah


Tawaf ini juga dinamakan tawaf ifadhah. Tawaf ini dilakukan oleh orang yang haji (bukan orang yang umrah) setelah melaksanakan manasik di Mina, dinamakan tawaf ziarah karena meninggalkan Mina dan menziarahi Baitullah. Tapi juga dinamakan tawaf ifadhah karena ia telah kembali dari Mina ke Mekkah.

  1. Tawaf wada`


Tawaf ini merupakan perbuatan yang terakhir yang dilakukan oleh orang yang haji ketika hendak melakukan perjalanan meninggalkan mekkah.

 

  1. Sa`i


Ulama sepakat bahwa sa`i dilakukan setelah tawaf. Orang yang melakukan sa`i sebelum tawaf maka ia harus mengulangi lagi (ia harus bertawaf kemudian melakukan sa`i).

Terdapat hal-hal yang disunnahkan bagi orang yang sedang melakukan sa`i diantaranya :

  1. Disunnahkan menaiki bukit shafa dan marwah serta berdo`a diatas kedua bukit tersebut sekehendak hatinya, baik masalah agama maupun dalam masalah dunia sambil menghadap ke Baitullah.

  2. Melambaikan tangan ke hajar aswad.

  3.  minum air zam-zam.

  4.  menuangkan sebagian air ke tubuh.

  5. keluar dari pintu yang tidak berhadapan dengan hajar aswad.

  6. Naik ke bukit shafa, menghadap ruknul iraqi, berhenti lama di shafa, dan bertakbir kepada Allah sebanyak tujuh kali.


Orang yang menambah lebih tujuh kali dengan sengaja, maka sa`i-nya dianggap batal, tetapi tidak batal kalau lupa. Apabila ragu-ragu dalam jumlah maka sa`inya tetap dianggap sah, dan tidak diwajibkan sesuatu apa-apa baginya.

 

  1. Tahallul


Menurut pendapat imamiyah kalau orang yang melakukan umrah tamattu` telah selesai bersa`i, ia harus menggunting rambutnya, namun tidak boleh mencukurnya. Bila ia telah memotongnya, maka apa yang diharamkan baginya telah menjadi halal. Tapi kalau telah mencukurnya, maka ia harus membayar kifarah berupa seekor kambing. Tapi kalau berumrah mufrodah, maka ia boleh memilih antara menggunting atau mencukur, baik ia mengeluarkan kurban atau tidak.

Tetapi kalau meninggalkan menggunting rambut itu dengan sengaja sedangkan ia bertujuan untuk melakukan haji tamattu` dan berihram sebelum menggunting rambut, maka umrahnya batal. Ia wajib melakukan haji ifrad. Maksudnya  melakukan amalan-amalan haji, kemudian melakukan umrah mufradah setelah amalan-amalan haji itu. Dan lebih utama adalah mengulangi haji lagi pada tahun yang akan datang.

 

Sedangkan Wajib Umroh

  1. Melakukan niat ihram umroh dan miqat

  2. Meninggalkan larangan selama melakukan ihram


 

Waktu Ibadah Umroh

Sesuai paparan mengenai pengertian umroh di atas, kita bisa tarik kesimpulan bahwa ibadah umrah dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dimakruhkan seprti hari 'Arafah, Nahar & Tasyriq. Berbedaannya dengan ibadah hajji adalah ibadah hajji waktunya hannya antara tangal 08 sampai dengan 12 Dzulhijjah.

Ibadah ‘umroh ini dapat langsung dilakukan dengan ibadah haji, yaitu dengan cara melakukan hajji secara tamattu’ atau qiran. Kenapa? Karena dalam hajji tamattu’ dan hajji qiron sudah ada ‘umroh di dalam kedua hajji tersebut.

Karena umroh waktunya yang tidak terikat, waktunya pun dapat disesuaikan dengan jadwal kerja atau dengan liburan anak anak sekolah atau dengan memanfa'atkan momen momen tertntu seperti halnya tahun baru, musim semi di daratan Eropa yang berimbas ke beberapa negara negara Islam sekitarnya, pada bulan suci Ramadhan, dan lain lain.





Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh

Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh

Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh



  • Berangkat menuju Miqat

  • Mandi dan kemudian menggunakan pakaian ihram di Miqat atau juga boleh di lakukan di tempat penginapan sebelum pergi menuju Miqat

  • Menggunakan pakaian ihram dan melaksankan sholat sunnah ihram 2 raka’at, sangat dianjurkan dalam sholat sunnah ihram, setelah membaca surah al-fatihah lalu membaca surah al-kafirun pada raka’at pertama selanjutnya membaca surah al-ikhlas pada raka’at ke-2

  • Melafadzkan niat ibadah umroh nawaitul ‘Umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala’ atau minimal dengan membaca ‘Labbaikallahu umrotan

  • Selanjutnya seluruh para jamaah diajak menuju Makkah oleh ustad pembimbing dengan melalui perjalanan kurang lebih sejauh 450km dengan menggunakan pakaian ihram dan sambil melantunkan bacaan talbiyah sebanyak-banyaknya selama perjalanan sampai masuk ke Kota Makkah

  • Sesampainya kembali di tempat penginapan peserta umroh menata barang bawaan dan jamaah tetap harus mengenakan pakaian ihram

  • Setelah itu menuju Masjidil Haram yang tetap mengenakan pakaian ihram dan diusahakan saat memasuki Masjidil Haram melalui pintu Baabussalam. Dengan melihat Ka’bah dan melintas makam Nabi Ibrahim AS sambil berdoa dan kemudian menuju rukun Hajar Aswad

  • Melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali

  • Setelah selesai melakukan sa’i yang berakhir dibukit Marwah, lalu melakukan Tahallul yaitu memotong rambut minimal tiga helai rambut

  • Maka selesai lah kegiatan atau langkah-langkah ibadah umroh, jamaah dihalalkan atau dibebaskan dari peraturan larangan selama melaksanakan ihram, maka dibolehkan melepas pakaian ihram dan kembali mengenakan pakaian seperti biasanya

Larangan Selama Melaksankan Ihram Umroh

Larangan Selama Melaksankan Ihram Umroh

Larangan Selama Melaksankan Ihram Umroh



  • Tidak diperbolehkan dalam mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas dan memotong kuku

  • Tidak boleh menggunakan wangi-wangian atau parfum

  • Tidak boleh bertengkar

  • Tidak boleh melakukan hubungan suami istri

  • Tidak boleh bermesraan

  • Tidak boleh berkata kotor, perkataan yang tidak baik, bicara jorok

  • Tidak boleh menikah atau menikahkan

  • Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu

  • Tidak boleh membunuh binatang, kecuali yang mengancam diri Anda

  • Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan makhluk didunia ini

  • Tidak diperbolehkan berhias atau berdandan

  • Bahagi para pria tidak boleh memakai penutup kepala, pakaian yang berjahit dan memakai alas kaki yang menutup mata kaki

  • Untuk para wanita tidak boleh menggunakan penutup wajah dan mengenakan sarung tangan yang dapat menutupi telapak tangan.


 
Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh

Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh

Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh


Syarat umroh



  1. Diperuntukkan bagi umat Islam

  2. Baligh


Anak kecil tiak diwajibkan berhaji atau pun umrah, baik yang sudah mumayyiz maupun yang belum. Kalau sudah mumayyiz ia naik haji atau umrah maka sah, tetapi pelaksanaan haji atau pun umrah yang sebelum mumayyiz itu merupakan sunnah dan kewajiban melaksanakan haji atau pun umrah tidak gugur. Setelah baligh dan bisa atau mampu, ia wajib melaksanakan haji atau pun umrah lagi, menurut kesepakatan ulama mazhab.

  1. Berakal sehat


Orang gila sebenarnya tidak mempunyai beban atau bukan seorang mukallaf. Kalau dia naik haji atau umrah dan dapat melaksanakan kewaiban yang dilakukan oleh orang yang berakal, maka haji atau umrahnya itu tidak diberi pahala dari kewajiban ittu, sekalipun pada waktu itu akal sehatnya sedang datang kepadanya. Tapi kalau gilanya itu musiman dan bisa sadar (sembuh) sekitar pelaksanaan haji atau umroh, sampai melaksanakan kewajiban dan syarat-syaratnya dengan sempurna, maka dia wajib melaksanakannya. Tapi kalau diperkirakan waktu sadarnya itu tidak cukup untuk melaksanakan semua kegiatan-kegiatan haji atau umrah, maka kewajiban itu gugur.

  1. Merdeka


Maksud dari merdeka ini adalah tidak berstatus sebagai budak (hamba sahaya dimasa Rasulullah Saw yang dimasa modern ini hampir tidak ditemukan di dunia). Istilah merdeka juga bisa diartikan bebas dari tanggungan hutang dan tanggungan nafkah keluarga yang ditinggalkan.

  1. Istitha'ah (mampu)


Secara sepakat para ulama mazhab menetapkan bisa atau mampu itu merupakan syarat kewajiban haji atau pun umrah, berdasarkan firman Allah SWT dari surat Ali ‘Imron ayat 97

 

Rukun Umroh


Rukun umrah sama dengan haji kecuali kehadiran di Arafah. Sedangkan wajib umrah juga sama dengan wajib haji kecuali hadir di Muzdalifah, melempar dan bermalam di Mina. Semua larangan yang harus dipenuhi selama haji juga harus dihindarkan selama melaksanakan umrah, hanya masa pelaksanaan umrah itu lebih pendek daripada haji.

Umrah dapat dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan haji. Adapun pelaksanaan ihram untuk keduanya ada tiga kemungkinan:

  1. Ihram untuk haji dilakukan terlebih dahulu dan selesai haji dilakukan ihram untuk umrah. Cara seperti ini disebut ifrad.

  2. Ihram umrah dilakukan terlebih dahulu dari miqatnya, kemudian menyelesaikan umrah, kemudian ihram untuk haji langsung dari Mekah, untuk selanjutnya melaksanakan haji. Cara seperti ini disebut tamattu’. Bila umrah dan haji dilaksanakan dalam bentuk ini, pelakunya dikenakan dam dalam bentuk memotong seekor kambing di tempatnya, kalau tidak mampu, harus puasa tiga hari waktu melaksanakan haji dan tujuh hari setelah tiba di tempat. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat al-Baqarah ayat 196.


Artinya:”Barangsiapa ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam musim haji) wajib ia menyembelih seekor korban yang mudah didapat. Bila ia yidak mendapatkannya hendaklah berpuasa tiga hari sewaktu haji dan tujuh hari bila telah kembali. (QS. Al-Baqarah:196)

  1. Umrah dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan haji dengan satu ihram. Cara pelaksanaan seperti ini disebut qiran. Bagi yang melaksankan haji dan umrah secara qiran diwajibkan membayar korban sebagaimana yang berlaku pada tamattu’.[1][5]


 

Adapun Rukun dalam ibadah umrah dibagi menjadi empat bagian yang mana tidak sah suatu ibadah umrah jika tidak mengerjakan rukun-rukun tersebut, rukun umrah antara lain :[2][6]

  1. Ihram


Bagi orang yang hendak beribadah umrah, maka ia wajib melakukan ihram krena hal tersebut bagian dari rukun umrah. Dalam ihram ada tiga hal yang wajib dilakukan yaitu:

Niat

Tidak ada perbuatan yang dilakukan dengan sadar tanpa adanya niat. Niat sebagai motivasi dari perbuatan, dan niat merupakan hakikat dari perbuatan tersebut. Dengan kata lain jika berihram dalam keadaan lupa atau main-main tanpa niat maka ihramnya batal.

Talbiyah

Lafadz talbiyah adalah:“labbaikallahumma labbaika, la syarika laka labbaika, innal hamda wan ni`mata laka wal mulka la syarika laka”. Waktu membaca talbiyah bagi orang yang berihram, dimulai dari waktu ihram dan disunnahkan untuk membaca terus sampai melempar jumrah `aqobah.

Memakai pakaian ihram

Para ulama madzhab sepakat bahwa lelaki yang ihram tidak boleh memakai pakaian yang terjahit, dan tidak pula kain sarung, juga tidak boleh memakai baju dan celana, dan tidak boleh pula yang menutupi kepala dan wajahnya. Kalau perempuan harus memakai penutup kepalanya, dan membuka wajahnya  kecuali kalau takut dilihat lelaki dengan ragu-ragu. Perempuan tidak boleh memakai sarung tangan, tetapi boleh memakai sutera dan sepatu.

 

  1. Tawaf


Tawaf merupakan salah satu dari rukun umrah yang wajib dilaksanakan, adapun mengenai pembagiannya, ulama membagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Tawaf qudum

Tawaf ini dilakukan oleh orang-orang yang jauh (bukan orang mekkah dan sekitarnya) ketika memasuki mekkah. Tawaf ini menyerupai sholat dua rakaat tahiyatul masjid. Tawaf ini hukumnya sunnah, dan yang meninggalkannya tidak dikenakan apa-apa.

Tawaf ziarah

Tawaf ini juga dinamakan tawaf ifadhah. Tawaf ini dilakukan oleh orang yang haji (bukan orang yang umrah) setelah melaksanakan manasik di Mina, dinamakan tawaf ziarah karena meninggalkan Mina dan menziarahi Baitullah. Tapi juga dinamakan tawaf ifadhah karena ia telah kembali dari Mina ke Mekkah.

Tawaf wada`

Tawaf ini merupakan perbuatan yang terakhir yang dilakukan oleh orang yang haji ketika hendak melakukan perjalanan meninggalkan mekkah.

 

  1. Sa`i


Ulama sepakat bahwa sa`i dilakukan setelah tawaf. Orang yang melakukan sa`i sebelum tawaf maka ia harus mengulangi lagi (ia harus bertawaf kemudian melakukan sa`i).

Terdapat hal-hal yang disunnahkan bagi orang yang sedang melakukan sa`i diantaranya :

  1. Disunnahkan menaiki bukit shafa dan marwah serta berdo`a diatas kedua bukit tersebut sekehendak hatinya, baik masalah agama maupun dalam masalah dunia sambil menghadap ke Baitullah.

  2. Melambaikan tangan ke hajar aswad.

  3.  minum air zam-zam.

  4.  menuangkan sebagian air ke tubuh.

  5. keluar dari pintu yang tidak berhadapan dengan hajar aswad.

  6. Naik ke bukit shafa, menghadap ruknul iraqi, berhenti lama di shafa, dan bertakbir kepada Allah sebanyak tujuh kali.


Orang yang menambah lebih tujuh kali dengan sengaja, maka sa`i-nya dianggap batal, tetapi tidak batal kalau lupa. Apabila ragu-ragu dalam jumlah maka sa`inya tetap dianggap sah, dan tidak diwajibkan sesuatu apa-apa baginya.

 

  1. Tahallul


Menurut pendapat imamiyah kalau orang yang melakukan umrah tamattu` telah selesai bersa`i, ia harus menggunting rambutnya, namun tidak boleh mencukurnya. Bila ia telah memotongnya, maka apa yang diharamkan baginya telah menjadi halal. Tapi kalau telah mencukurnya, maka ia harus membayar kifarah berupa seekor kambing. Tapi kalau berumrah mufrodah, maka ia boleh memilih antara menggunting atau mencukur, baik ia mengeluarkan kurban atau tidak.

Tetapi kalau meninggalkan menggunting rambut itu dengan sengaja sedangkan ia bertujuan untuk melakukan haji tamattu` dan berihram sebelum menggunting rambut, maka umrahnya batal. Ia wajib melakukan haji ifrad. Maksudnya  melakukan amalan-amalan haji, kemudian melakukan umrah mufradah setelah amalan-amalan haji itu. Dan lebih utama adalah mengulangi haji lagi pada tahun yang akan datang.

 

Wajib Umroh

  1. Melakukan niat ihram umroh dan miqat

  2. Meninggalkan larangan selama melakukan ihram


 



Keutamaan Ibadah Umroh

Keutamaan Ibadah Umroh

Setelah memahami dan membaca pengertian umroh, pembahasan selanjutnya adalah tentang keutamaannya, terdapat beberapa hadits sahih yang menjelaskan dan menyebutkan tentang keutamaan dan pahala umrah, yang menjadikan banyak orang yang mampu secara materi, fisik, dan keilmuan berusaha menyegerakan untuk menunaikannya.

Bahkan ada juga bagi kalangan biasa biasa saja yang pendapatannya tidak cukup dan memungkinkan untuk pergi menunaikan umroh, sampai berusaha sekuat tenaga dalam berikhtiar dan berdoa demi mendapatkan keutamaan pahala yang mulia ibadah umroh, yakni berupa:

Pengampunan Dosa. Sebagaimna disebutkan dalam sebuah hadis seperti bawah ini:

Dari Abu Hurairoh RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis yang lain disebutkan juga bahwa jamaah haji dan umroh merupakan tamu Allah yang setiap doa doanya akan dikabulkan.

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

Bagi kaum wanita juga mendapatkan keutamaan pahala selain pengampunan dari dosa dosa, dikabulkannya doa-doa  yang dipanjatkan, bahkan melaksanakan berumroh dan berhaji bagi wanita laksana melakukan tugas jihad sebagaimna kaum laki-laki yang berjhad di medan peperangan.

Rasulullah SAW bersabda: "Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah“. (HR An-Nasaiy).
Tempat Ruqyah di Daerah Bandar Lampung

Tempat Ruqyah di Daerah Bandar Lampung

Saat ini Sudah banyak yang melayani Pengobatan ruqyah di bandar lampung. Adapun tempat ruqyah di daerah bandar lampung yang paling sering dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah di lampung adalah Tempat Ruqyah Di BKP (Bukit Kemiling Permai) tepatnya di masjid Al Anshor, Lebih sering disebut Ruqyah center kota bandar lampung, lampung. kontak/Nomor Telpon yang bisa dihubungi adalah HP:082311685474.

Hal yang paling sering ditanyakan ketika orang akan pergi ruqyah adalah Berapa biaya ruqyah di bandar lampung?
Biaya ruqyah di Masjid Al Anshor BKP adalah tidak ditentukan.

Semoga bermanfaat

Alamat Ruqyah Lampung/Lampung Ruqyah Center


Konsultasi Ruqyah di Masjid Al Anshor


Bukit Kemiling Permai (BKP) Bandar Lampung


HP:082311685474

Ruqyah Mandiri

Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

RUQYAH MANDIRI [10 TEHNIK MUTAKHIR]

Bismillahirrahmanirrahiim. 10 tehnik "SelfHealing" mutakhir ini telah teruji dan dibuktikan hamba-hamba Allah yang kuat keyakinannya, kokoh iman dan ketauhidannya serta berpengharapan penuh kepada Allah untuk mau berikhtiar demi merasakan sensasi kesembuhan serta terbebas dari belenggu sihir.

Peringatan kepada musuh-musuh Allah dan jin-jin kafir laknatullah diharap minggir dan tidak mengganggu hamba Allah yang sudah berlepas diri dari perjanjian dan bersekutu dengan kalian.. UKHRUJ YA ADUWALLAH!!

Rintangan terbesar adalah kemalasan dan keraguan untuk membuktikannya, kemalasan dan rasa was-was itu dihembuskan si laknatullah. Dan syaitan itu banyak berhasil membisiki para pasien untuk tidak melakukan tehnik ini. Oleh karena itu, kuatkan tekad, kukuhkan keyakinan dan Buktikanlah. Jangan biarkan diri dan keluarga anda terus menerus dibelenggu sihir, jangan biarkan anak istri anda diperkosa akidahnya oleh mahluk-mahluk terlaknat itu. Luangkan waktu 30 menit untuk mempelajari lalu pilih salah satu tehnik berikut.



Semoga Allah memudahkan dan memberi kesembuhan dalam rangka memperbaiki kualitas ibadah kita tanpa belenggu sihir dari syaitan dan tukang sihir yang hina dan lemah.

 RUQYAH RUMAH & SIHIR MENAHUN

Tehnik ruqyah ini bisa juga diaplikasikan untuk Ruqyah Kantor, Ruqyah Gudang, Perusahaan, Ruqyah Penyakit Menahun, Ruqyah Mandul, Ruqyah Eksim, Ruqyah Maagh, Ruqyah Insomnia, Ruqyah Stroke, Ruqyah Kangker Darah, dan berbagai bentuk penyakit yang tidak dimengerti secara Ilmiah.



Tutorial berikut telah dibuktikan ratusan Hamba Allah di dunia yang keluarganya diganggu sihir, insya Allah akan menetralisir sihir baik itu di badan atau di rumah kita secara menyeluruh, caranya sebagai berikut:



Ambil 1 galon air (sekitar 20 liter air putih) lalu bacakan; Alfatihah, Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas dan Al A'raaf 117 - 122, Yunus 81-82, Thaha 69, bacakan masing-masing 11 kali dan tiupkan.



TEKNIS: Ambil setiap hari sebanyak 1,5 Liter. Lakukan selama 11 hari, gunakan air yang sama: 2 Gelas Campur dengan ari satu ember dan cipratkan atau semprotkan keseluruh lantai dan sudut rumah; jendela, pintu, langit-langit, dapur dan atap rumah. 2 gelas di minum pagi dan sore, 2 gelas tuangkan ke bak mandi dan pakai untuk mandi biasa.



>> Teknis Ruqyah:



Di hari pertama hingga hari ke-3; Ambil 1 liter air dan campur dengan air lain lalu cipratkan keseluruh lantai rumah, sudut-sudut rumah, jendela, pintu, langit-langit, dapur dan atap rumah. Baiknya lakukan setelah shalat isya di malam hari. Lakukan hingga ada tanda-tanda bahwa jin atau sihir di rumah atau tempat itu telah sirna, tandanya akan ditemukan hewan yang mati seperti; ular, tikus, kalajengking, kepiting, ada bulu-bulu hewan di pagi harinya. Atau ada bau hangus terbakar beberapa menit setelah dicipratkan. Jika melihat tanda diatas maka hentikan untuk ruqyah rumahnya dan lanjutkan untuk meruqyah diri.



Hari ke-4 hingga hari ke 11, gunakan semua air digunakan untuk ruqyah mandiri saja.



Untuk "Ruqyah Mandiri" teknisnya; Hari pertama hingga hari ke-3, Ambil 1 gelas air dan minum, lalu ambil segelas lagi dan campurkan ke bak mandi. Hari ke 4 hingga hari ke 12, ambil 3 gelas air setiap hari dan campurkan air itu dengan air bak untuk mandi atau shower, 3 gelas lagi diminum (pagi, siang dan malam).


Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474


  1. MENGHUKUM JIN DIALAM MIMPI



Seperti tehnik diatas, tehnik ini sudah dibuktikan ratusan orang muslim bahkan non muslim sekalipun, modalnya adalah keyakinan yang kokoh dan iman yang kuat. Ingat, keyakinan itu lahir dari pengetahuan dan pengetahuan itu lahir dari belajar. Mari kita pelajari dan buktikan sendiri.



>> Teknis Ruqyah:

- Sebelum tidur ambil wudhu, lalu bacakan Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass juga Ayat Qursi. Bacakan surah Al Baqarah 148, dan niatkan (mohon kepada Allah) untuk dipertemukan dengan jin-jin yang biasa menganiyaya kita.



- Jika dalam mimpi itu dipertemukan oleh Allah dengan jin yang biasa mengganggu kita maka jangan lari tapi kejar hingga TERTANGKAP APAPUN BENTUKNYA!



Ingat tangkap dan cengkram lalu bacakan Ayat Qursy hingga ia mati terbakar. Jika dalam mimpi itu tidak hafal ayat-ayat Ruqyah, maka baca Asma Allah atau takbir. Bacakan berulang-ulang hingga ia mati atau lari.



Ingat, "Jin itu takut sama manusia sama seperti manusia takut sama Jin".

Jadi jangan lari dan membiarkan diri dikejar-kejar jin, tapi kejarlah agar jin itu lari.



Ingat jangan lari tapi kejar, hingga musuh-musuh Allah itu lari.

Ingat, KEJAR, KEJAR, KEJAR, sekali lagi KEJAR. Catat dalam otak bawah sadar anda "KEJAR jangan lari". Terus kejar, jika jin itu lari kesebuah rumah atau persembunyian, jangan takut, lari dan terus kejar dan hancurkan tempat mereka. Bisa jadi itu adalah tukang sihir yang menyihir keluarga kita, jika JIN, tukang sihir dan rumah atau persembunyian itu berhasil kita hancurkan dalam mimpi, maka insya Allah jin dan tukang sihir itu juga mati. Sekali lagi MATI, karena pelindung mereka itu hanyalah dari syaitan, dan syaitan itu dipersenjatai kekuatan dari IBLIS. Sementara iblis itu tidak ada apa-apanya dibanding kemahagagahan Allah aza wajalla dan kita, manusia, baik orang awam atau Praktisi Ruqyah memohon kekuatan dan diberi kekuatan oleh Allah. Cash! Lansung! Tanpa Batas! Selama kita yakin. Insya Allah, pasti bisa.



Bagaimana kalau dalam mimpi itu tidak bisa baca apa-apa, bahkan tidak bisa menggerakan badan bahkan tidak bisa bernafas?



Jawaban: Apa yang terjadi dalam mimpi itu adalah tindakan bawah sadar, artinya hal yang telah terekam dalam otak bawah sadar kita. Jika dialam nyata kita masih takut dengan JIN JIN HINA LAKNATULLAH ALAIYH itu maka dipastikan dialam mimpipun kita akan ketakutan seperti dialam bawah sadar.



Jadi rekam dalam otak bawah sadar kita untuk tidak takut sama mahluk terlaknat itu, takutlah kepada Allah maka semua mahluk akan takut kepada kita. Taatlah kepada Allah maka semua mahluk akan taat kepada kita.



Jika dalam keseharian kita sering meruqyah dan menyiksa jin, maka dalam mimpi pun jin akan automatis meruqyah dan menyiksa jin itu habis-habisan. Bahkan sampai menghancurkan kerajaanya. Insya Allah.



Uji Coba & Testimoni:



- Alhamdulillah seorang penderita kanker darah di Makkah sembuh total setelah perjalanan melawan sihir selama hampir 2 tahun, beliau atas izin Allah berhasil membunuh ratu ular dan kerajaan jin yang selama ini menyerangnya.



- Alhamdulillah, seorang penderita maag menahun akut yang sudah masuk UGD dan ICU sembuh total, bahkan dialam mimpi selepas melakukan 2 kali ruqyah rumah, di hari ke 19 beliau diberi kemampuan oleh Allah subhannahu wa ta'ala untuk membelah ular-ular yang biasa mengganggu dalam mimpinya dari kepala hingga ekornya.



* Catatan:

Saya pertama mengenal tehnik ruqyah rumah dan ruqyah dialam mimpi ini dari nasihat Syaikh Abdul Rauf Bin Halima.



[3] TERAPHY AL FATIHAH.



Selain perintah rahasia dari kehendak Allah ta'ala, kesuksesan ruqyah terletak pada kekuatan niat dan keyakinan, sementara keyakinan itu tumbuh dari pengetahuan. Jadi kita harus mengetahui kekuatan kita dan kelemahan musuh, kekuatan jin&syaitan itu didukung pasokan kekuatan jahat dari Iblis, kekuatan iblis hanya akan aktif setelah mendapat izin dari Allah sedangkan kekuatan Doata atau Energy Ruqyah ini adalah cash atau langsung dari Allah Azza wa Jalla.



Alhamdulillah metode berikut ini akan menjadi solusi kesembuhan untuk berbagai bentuk sihir yang ada dalam tubuh. Semoga melemahkan atau bahkan membunuh jin-jin laknat yang ada didalam tubuh. Baik jin kiriman, atau jin-jin dzalim dari kosnpirasi dan permusuhan iblis kepada manusia.



MENGINTIP RAHASIA AL FATIHAH



Tidak diragukan lagi, al Fatihah itu adalah induknya Al Quran (Umul Quran). Dalam sebuah Hadits Qudsy yang ditakhrij An Nasai, hadits ini diriwayatkan Imam Al Bukhari, beliau berkata "Bacalah Al Fatihah itu dihatimu karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda;



Allah berfirman; "Aku telah membagi shalat menjadi dua bagian antara diri-Ku dengan hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. 'Jika ia mengucapkan 'Alhamdulillahirabbil'alaamiin', maka Allah berfirman 'Hamba-Ku telah memuji-Ku. Dan apabila ia mengucapkan "Arrahmanirrahiim" Allah berfirman; 'Hambaku telah menyanjung-Ku". Dan jika ia mengucapkan "Maliki yaumiddin', maka Allah berfirman: 'Hambaku telah memuliakan-Ku'. Jia ia mengucapkan; 'iyyakana'budu wa iyya kanasta'in", maka Allah berfirman; 'Inilah bagian antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang ia minta". Dan jika ia mengucapkan; 'ihdinassirotolmustaqiim.. sirathaladina an'amta alaiyhim ghoiril magdubi alaiyhim waladdhaliin', maka Allah berfirman; 'Ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta"



Subhanallah...

Dalam hadits sahih lain juga dipaparkan bahwa Allah menjawabi setiap do'a dalam Al Fatihah itu per-ayat dengan cash berupa energi kesembuhan yang meluluhlantakan berbagai pengaruh sihir dan hal hal negatif yang terjadi dalam tubuh! Dan cahaya penyembuh ini bisa langsung diakses setiap muslim.

 Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474
DALIL DALIL TENTANG RUQYAH AL FATIHAH



Adapun tentang Al Fatihah ini banyak sekali hadits yang membahasnya, salah satunya adalah Hadits yang diriwayatkan Abu Ubaid, imam Ahmad, Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majjah, Ibnu Jarir, Al Hakiim, dan Al Baihaqi dari Sa'id al Khudri Ra tentang penuturan beliau yang meruqyah kepala suku kaum kaffir yang tersengat kalajengking dalam sebuah expedisi, beliau membacakan Al Fatihah sebanyak 7 kali dan orang itu sembuh lalu menghadiahkan 30 ekor kambing.



Saat itu, para sahabat yang mulia itu menemui rasul untuk menanyakan tentang ruqyah Al Fatihah dan upah ruqyah tersebt. Dan Rasulullah saw bersabda: "Tidakkah kamu tahu bahwa surah al Fatihah itu ruqyah? Ambilah kambing-kambing itu dan berilah aku bagian diantara kalian.



>> Teknis Ruqyah:

Bisa dikatakan ini adalah Teknis Ruqyah Mandiri Paling sederhana dengan Al Fatihah dan Segelas Air Putih:



  1. Sebaiknya dilakukan setelah shalat fardhu, atau selesai shalat sunnah 2 rakaat dengan niat memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah. Atau minimal dalam kondisi badan bersih dan memiliki wudhu, ini adalah pengkondisian agar hati rileks dan pasrah kepada Allah.



  1. Ambil segelas air putih, duduk menghadap kiblat dan tundukan wajah. Pegang gelas itu dengan tangan kanan, dan mulai bacakan Al Fatihah (dengan tajwidz dan tahsin yang benar, upayakan kita memahai terjemahan ayat-Ayat Al Fatihah per-ayat-nya).



  1. Setelah selesai tiupkan dan do'akan dengan yakin. Bacakan selama 7 kali, dan masing-masing tiupkan ke air lalu do'akan. Do'akan dengan do'a yang berbeda di 7 kali tiupan tersebut. Do'anya bebas, tapi gunakan artikulasi yang dahsyat dan khusyuk. Misalnya;



Tiupan Al Fatihah ke 1



Ya Allah ya Rahman ya Rahiim...

Ya Allah ya Hakim, ya Aliim, ya Hakiim, ya Aliiy, ya Adzim, ya Malik, ya Khaliq ya Jabbar ya Muktadir.. wahai Engkau yang mengatur setiap pergerakan benda-benda disemesta raya ini, jadikanlah setiap partikel terkecil dalam air ini balatentara yang akan menyerang dan menghancurkan program sihir dan buhul-buhul dan setiap musuh-musuhMu yang tengah mendzalimi tubuhku ini ya Rabb.



Tiupan Al Fatihah ke 2



Ya Allah..Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, duri-duri besi tajam yang akan melukai dan melemahkan atau membunuh mahluk-mahluk ingkar yang ada dalam tubuhku ini ya Rabb.



Tiupan Al Fatihah ke 3



Ya Allah...Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, timah panas mendidih yang akan membakar dan meluluhlantakan setiap rumah dan persembunyian jin-jin didalam tubuh ini ya Rabb.



Tiupan Al Fatihah ke 4



Ya Allah...Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sengatan api listrik yang merambat dari lambung hingga ke ujung jari tangan dan jari jari kaki. Dari pusat jantung hingga ke otak dan pori-pori disetiap rambut-rambut yang tumbuh diseluruh tubuhku ini ya Rabb.



Tiupan Al Fatihah ke 5



Ya Allah...Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sebagai penyembuh yang akan mengembalikan setiap sel-sel yang telah dirusak oleh balatentara Iblis dalam tubuhku ini ya Rabb.



Tiupan Al Fatihah ke 6



Ya Allah ya Mukmin Ya Muhaimiin..Wahal engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, jadikanlah setiap partikel air ini pelindung yang membentengi hati dan tubuhku dari gangguan jin-jin ini dengan cara yang Engkau kehendaki ya Rabbi.



Tiupan Al Fatihah ke 7



Wahai Air yang mendengar..Wahai setiap sel tubuh yang mendengar..Wahai setiap syaraf-syaraf, pembuluh-pembuluh darah, urat-urat, tulang-tulang, cairan tubuh, hormon-hormon dan semua yang tidak kuketahui yang mendengarkan lantunan Al Fatihah tadi. Dengarkanlah, takutlah kalian kepada Allah..



وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

...Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Al Imran 19)



Takutlah kalian kepada Allah saja dan jangan ikuti perintah sihir dari jin-jin itu, takutlah kepada Allah dan perbaiki setiap kerusakan itu hingga sembuh seperti sedia kala. Takutlah kepada Allah dan himpitlah seluruh jin dzalim seandainya mereka ada dalam tubuh ini dan tidak mau keluar setelah mendengar semua peringatan ini. Yaa Rabb...



Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir.La Haula wa laa quwwata illa bilahil aliyhil Adziim.Fiufh (tiupkan)......Aamiin..



  1. Baca basmalah dan Minumkan.Dan lihat rekasinya, saya terinspirasi menciptakan barisan do'a ini saat menghadapi informasi dari jin yang ada di tubuh pasien bahwasannya di tubuh pasien ada 500 Jin yang kesemuanya bertugas melumpuhkan manusia tersebut selama puluhan tahun. Dan Alhamdulillah, sebenarnya telah di uji-cobakan ke lebih 6 pasien terakhir yang berkunjung ke kantor Rehab Hati Bandung.



Uji Coba, Testimoni & Tingkat Kesembuhan dan Kelumpuhan Jin:



Uji Coba 1. (Melalui telpn, pasien di Serang Banten) untuk pasien pengamal HIJIB (semacam wirid): Alhamdulillah si jin langsung meringis dan menangis, beberapa detik setelah diminumkan. Jin mengakui bahwa kakinya lumpuh.



Uji Coba 2. Langsung di kantor Rehab Hati Bandung ke 3 pasien:

- Pasien 1 (Jakarta), setelah sakit selama lebih dari 15 tahun ia merasakan sensasi segar dan ringan di tubuh, sakit hanya tersisa di sikut.



- Pasien ke 2 (Bandung); Alhamdulillah, setelah dibacakan lebih dari 30 menit ayat ruqyah dan ia tersenyum-senyum sinis atau mungkin pura-pura, akhirnya si jin laknat itu di sembelih dan kabur. Wallahu'alam. Pasien merasa matanya lebih terang.



- Pasien ke 3 (Tasikmalaya); Pasien Sihir Penderita Batuk dan Flu menahun, setelah diminumkan ia merasa lehernya terbakar dan Alhamdulillah sembuh.



Uji Coba 4: (Lewat telpn) Alhamdulillah, pasien yang tiba-tiba sakit diseluruh tubuh dan berpusat di bekas operasi pencangkokan ginjal, sembuh setelah 15 menit.



Uji Coba 5: (Lewat telpn), pasien muntah serbuk gergaji dan serbuk karat besi.



Uji Coba 6: (Lewat telpn) pasien yang bengkok tulangpunggung belakang dan menimbulkan kelumpuhan di kaki, alhamdulillah muntah dan kaki yang sudah lumpuh selama 6 bulan menjadi ringan.



Uji Coba 7: Ruqyah Mandiri, pasien menuturkan tubuhnya seperti ke setrum dari jantung hingga ujung kepala dan kaki.



*Catatan: - Upayakan, saat prosesi ini ada yang mendampingi. Dan jangan main-main, karena jin yang ada dalam tubuh akan berupaya menghentikan bacaan atau proses ini. Mintalah perlindungan kepada Allah.

- Bacakan Al Hasyr Ayat 21-24 Sebelum Al Fatihah 1, dan Bacakan Al Anfall 17 setelah tiupan Al Fatihah ke 7 untuk menambah kedahsyatan do'a.



Jika terjadi kesembuhan total, atau muntah-muntah saat itu juga atau dikemudian hari maka itu adalah pertolongan Allah. Semoga Allah meridhai ikhtiar kita.

 Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474
[4] IHP AL FATIHAH



IHP (Instant Healing Power) Alfatihah ini hanyalah nama, agar mudah diingat. Tehnis ini dikhususkan untuk penderita migrain menahun dan sakit kepala berat dan seperti di tusuk-tusuk. Alhamdulillah juga banyak sekali testimonial yang berhasil. Semoga Allah meridhai, caranya sangat mudah dan hanya butuh waktu beberapa menit untuk melakukannya.



>> Teknis Ruqyah:

  1. Yakinkan sepenuh hati, bahwa energi penyembuhan ini datang dari Allah. Salah satu caranya adalah memahami kajian dan bukti sensasi kesembuhan Instant.



  1. Baca Istighfar untuk memohon ampunan atau menetralisir hati kita dari belenggu dosa. Baca Syahadat untuk mengokohkan ketauhidan, baca shalawat kepada Rasulullah sebagai tawasul/perantara sampainya do'a ke langit, baca Ta'awudz untuk menetralisir syaitan dihati kita dan perlindungan, baca "Lahawla walaa quwwata illabillahil aliyhil adziim" untuk meneguhkan dan menyerahkan setiap keputusan ikhtiar kita spenuhnya kepada Allah, baca Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir" untuk mengokohkan keyakinan bahwa Allah itu cukup untuk kita lal...



  1. Dekatkan tangan kita dengan bibir, kira kira 5 sentimeter. Lalu baca Al Fatihah dimulai dari Basmallah hingga Akhir dengan menerjemahkannya dalam hati kita. Lalu tiupkan ke telapak tangan dan dekatkan di titik atau tempat yang sakit.



  1. Lalu putarkan searah putaran tawaf atau putarkan dengan putaran "unclockwise" atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam selama 3 atau 7 kali. Yakinkan hati kita untuk menarik semua pengaruh sihir itu lalu hempaskan ke arah kanan.



  1. Tarik nafas dan rasakan, insya Allah saat itu sakit berkurang. Dan lakukan selama 3 kali cara yang sama, dan Insya Allah penyakit itu SIRNA.



Uji Coba & Testimoni:

- Alhamdulillah, demi Allah saya pernah meruqyah kaki saya yang disengat tawon dengan Al Fatihah (dibacakan ketangan, lalu diusapkan) dan sembuh 2 Jam kemudian.

- Alhamdulillah sudah puluhan membuktikan tehnik sederhana ini, bahkan seorang sahabat di taiwan hanya butuh waktu 2 menit untuk sembuh dari migrain akut yang ia derita selama 4 hari sebelumnya. Dan dokter serta obat medis tidak mampu merubah kondisi kesakitan.



[5]. RUQYAH MP3



Ikhtiar yang ke 5 ini kita akan menggunakan media Audio Digital atau MP3. Ini bisa dari suara laptop, CD, VCD, DVD, Tape, HP, iPod, MP3 Player dsb. Kesemuanya insya Allah hanya sebagai media atau pengganti suara peruqyah yang membacakan Al Qur'an, jika kita khusyuk mendengarnya insya Allah hasilnya sama dahsyat.



Sebelum melakukan ruqiah sendiri atau ruqiyyah dengan MP3 ini, lakukan persiapan untuk melindungi diri dari gangguan sihir.



>> Teknis Ruqyah:

  1. Bersihkan badan [sebaiknya mandi] dan Wudhu dengan sempurna.



  1. Shalat 2 rakaat meminta pertolongan & perlindungan kepada Allah [jika pakai usholi, sama seperti shalat hajat]



  1. Baca Istighfar & Solawat, Syahadat. Lalu baca "A'udzubikalimatillahit tammati minssyarrima kholaq, La Hawla wa laa quwwata illabillahil aliyhil Adziim, Hasbunallah wa nikmal wakiil nikmal maula wa nikman nasiir, Hasbiyallah! Laa ilaaha illallahua alaihi tawakaltu Alallahu rabbul arsyil adziim" untuk memohon kekuatan kepada Allah.



  1. Baca Ayat Qursy (Al Baqarah 255) dan tiupkan ke media yang akan digunakan. Karena banyak terjadi JIN berupaya keras menghalangi ruqiyyah ini terjadi yang kemudian menyebabkan batrai HP yang drop, HP mati berkali-kali, koneksi internet terputus saat upload atau download file tentang ruqyah, bluetooth laptop error saat transfer file, laptop mati total, hal terburuk adalah membuat hilang kesadaran kita, dibuat ngantuk, malas ruqyah, tidur dsb.



  1. Meminta perlindungan kepada Allah, dengan kata-kata afirmasi kita agar yakin, misalnya;"Ya Allah ya Mukmin ya Muhaiimiin, wahai Allah yang maha menjaga dan mengamankan hambanya. Lindungan hamba-Mu dengan perlindungan dan penjagaanmu yang sempurna!, Lindungilah ruangan ini dari serangan sihir dari kalangan Jin dan Tukang sihir"



Atau dengan menyebut asma-Nya dalam meminta kekuatan, semisal:"Ya Allah ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu!” Ya Allah Yang Maha Menguasai, Yang Menggenggam Segala Ilmu, yang maha tinggi, Yang Maha Dahsyat!. Ya Allah turunkan pertolongan-Mu untuk menghancurkan semua kekuatan sihir dan kedzaliman iblis yang membelenggu hati, jiwa dan tubuhku".



  1. Download File Mp3 Ruqyah-nya: www.mediafire.com/?gqw09lverya1411



  1. Mulai Ruqyah.

Lalu bacakan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan Ayat Kursi masing-masing 3 x dan tiupkan ke telapak tangan setiap selesai, lalu usapkan keseluruh tubuh. Berkonsentrasi, khusyuk, lembutkan hati dan kuasai, dan mulailah..



Selanjutnya Putar MP3 Ruqiyyah yang telah di Download tadi.



Uji Coba & Testimoni:

Ini adalah salah satu kemudahan Allah dalam menolong hamba-Nya yang gigih ikhtiar dan bertawakal. Sangat banyak testimoni, ada yang sembuh sekali mendengarkan (secara khusyuk) melalui headset. Banyak yang mendengar jeritan keras dirumah, tangisan dirumah, saat diputar ayat ruqyah ini dirumah.



* Catatan:

Saya pertama mengenal tehnik ruqyah mp3 ini dari Metode QH Ust Perdana Akhmad.



[6] MEMBANGUN BENTENG HATI

Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474


>> MERUBAH TAKDIR



لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَــاءُ، وَلَا يَزِيــدُ فِــي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ

“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan. (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)



“Sikap waspada tidak mampu menolak takdir. Do’a akan memberikan manfaat kepada hal-hal yang telah terjadi dan belum terjadi. Pada saat musibah itu turun, do’a segera menghadapainya, keduanya lantas saling bertarung hisngga datangnya hari kiamat” (HR Al Hakim, dari Aisyah Ra)



Maknanya adalah, jika prisai do’a itu lebih kuat, maka ia akan tertahan. Jika do’a itu lebih lemah, maka musibah itu akan menimpa kita. Sehingga, jika do'a dan musibah itu sama-sama kuat, ia akan bertarung hingga hari kiamat.



Segera tentukan masa Teraphy Kesembuhan yang di Inginkan (7 Hari, 7 Minggu, 7 Bulan atau 7 Tahun?), “Karena Do’a itu Merubah Takdir” maka rubahlah cara pengobatan anda. Jangan jadikan Ruqyah ini sebagai pengobatan Alternatif tapi yang Utama dan Pertama. Lalu bertawakallah kepada Allah.



>> IKHTIARLAH! PELAJARILAH DAN BUKTIKANLAH!!!



Dalam upaya pencegahan ini yang harus diperhatikan adalah kita tidak mungkin meminta perlindungan kepada Allah sementara kita membangkang kepada Allah (melakukan dosa).



Rasulullah saw bersabda; "Ketika kalian keluar rumah bacakan 'Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah" maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu". Jadi, syaikh Abdul Rouf berkata jika kita keluar rumah baca doa perlindungan kepada Allah lalu dijalan memandangi wanita/laki-laki malaikat akan meninggalkan kita dan syaitan akan kembali kepada kita. Sama halnya ketika wanita mulai memperlihatkan auratnya, disana syaitan akan bersama mereka.



Jadi tolong diperhatikan dan dicatat; bahwasannya yang paling penting adalah meninggalkan DOSA terlebih dahulu dan melaksanakan kewajiban kita sebelum menuntut hak perlindungan kepada Allah. Saya pernah mendengar testimoni ada sensasi kesembuhan yang terjadi setelah "taubatannasuha" dan melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai muslimin-muslimah.



Yang berikutnya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid'ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.



>> RITUAL SUNNAH [DZIKIR DAN DO'A HARIAN]



-- Shalat limawaktu tepa waktu

-Dzikir: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar 33 kali

-- Hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maula wanikman nasiir, 7kali

-- Baca Alfatihah, Al Falaq, An Nass, Ayat Kursi, setiap setelah selesai shalat wajib.

-- Subuh, tambahkan: “Lailaaha illallah, wahdahu laa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu, wahua ‘ala kulli saiyiing qadiir” 100 kali

-- Setelah Magrib, 10 Ayat Albaqarah (1-5, 163-164, 255, 285-286)

- - Baca Dzikir, "Bismillahi laadi yadhuru ma asmihi syai ung fil ardi wala fissamai wa huassami'ul 'Aliim".



- Membaca asma Allah dalam 3 kondisi; saat marah, sedih dan takut. Karena dalam 3 kondisi tersebut manusia lemah dan ada celah syaitan untuk menguasai manusia. Jadi ketika marah baca "ta'awudz", ketika sedih baca "innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun" ketika takut baca “Laa hawla walaa quwwata illabillahil aliyhil adziim“.



Uji Coba & Testimoni:

 Saya telah mengujicobakannya ke seorang siswi dengan memperhatikan point-point diatas, dan Alhamdulillah siswi kelas 2 SMA yang sebelumnya mengeluh karena suka diterawang pacarnya sembuh (tidak bisa tembus oleh terawangan mata jin). Pada intinya, jika hal ini diaplikasikan insya Allah akan menjadi pagar ghaib untuk diri kita, tentunya ini adalah bentuk pertolongan dari Allah Azza wa jalla. Wallahu'alam.



* Catatan: Saya pertama mengenal tehnik atau tips ruqyah pencegahan ini dari nasihat Syaikh Abdul Rauf Bin Halima.



>> MEMBUAT PRISAI GHAIB



Ini adalah upaya agar Jin tidak kembali lagi setelah ruqyah, atau bertujuan memagari diri kita dari sihir dan serangan jin. Selain memperhatikan hal dalam ruqyah pencegahan diatas, agar jin tidak mampu masuk lagi ke dalam tubuh pasien pasca Ruqyah, lakukan hal berikut.



- Bacakan Al Fatihah, Al Falaq, An Nass, Ayat Qursi dan Surah Yasiin ayat 9 dan tiupkan ke 2 telapak tangan.



- Usapkan keseluruh tubuh sebanyak 3 kali sambil membaca; "Ya Allah ya Mukmin ya Muhaimmin, wahai engkau yang maha melindungi dan mengamankan hamba-Nya, lindungilah aku dengan penjagaanmu yang sempurna. Butakanlah semua penglihatan jin yang biasa mengintai dan memasuki ragaku. Aamiin



- Bertawakal kepada Allah, dan hindari dosa-dosa dan kemaksiyyatan yang menjadi pintu masuk syaitan ke hati.



*Catatan: Saya pertama mengenal tentang prisai ghaib ini dari Metode QH Ust Perdana Akhmad.



[7] RUQYAH SIHIR

Sihir dan gangguan Jin ini adalah dua hal yang berbeda, penangannan pun berbeda. Namun pada intinya mereka adalah pekerjaan musuh-musuh Allah yang kesemuanya bisa disirnakan dengan terapy Al Quran. Kecuali untuk beberapa penyakit tertentu karena sihir biasanya lebih dahsyat dari gangguan jin.



Pada intinya, sihir ini adalah pekerjaan jin. Hanya saja jin yang dirusuruh dan terikat perjanjian yang kokoh, sehingga sebenarnya bisa saja semua sihir itu sirna jika jin nya pergi. Maka hal pertama coba bacakan ayat-ayat Ruqyah hingga jin nya bicara dan ajak diplomasi (ajak bicara, dakwahi, beri peringatan, ancaman, pembuktian, suruh keluar atau bunuh!). Jika Allah mengijinkan maka sihir itu akan sirna seiring kepergian si jin, baik itu keluar atau mati.



Jika tehnis kesatu diatas tidak berhasil, maka hantam dengan Ayat-ayat pembatal sihir; yaitu surah Yunus Ayat 81-82, Al A'raf 117-122 dan Thaha ayat 69. Bacakan ditelinganya, berulang-ulang.



Cara lainya adalah dengan membacakan ayat diatas pada air yang banyak. Bacakan berulang-ulang (3-11 kali) lalu minumkan, gunakan sebagiannya untuk mandi atau dicampur di bak mandi pasien. Lakukan berulang-ulang hingga sembuh.



Jika hal ini tidak mempan juga, coba bacakan surah al Furqan ayat 23 berulang ulang sambil memegang ubun-ubunnya, letakan tangan kiri antum di bahunya. Bcakan berulang hingga ratusan kali. Jika sudah terlihat tanda-tanda jin menyerah, bacakan Al Falaq berulang agar ia muntah.



Selengkapnya, untuk pengokohan tauhid dari pasien yang awam hingga menjadi praktisi ruqyah ini akan dibahas tuntas secara tuntas, nikmat, lembut dan ilmiah dalam satu paket buku "Rehab Hati Qurani" NAI, dan "Quranic Healing Technology" ust Perdana Akhmad di pertengahan 2013 nanti. Insya Allah.



[8] MERACUN JIN

Tehnik ini adalah dengan menggunakan media Air.

Sangat mudah sekali, ambil garam satu sendok dan campurkan dengan segelas Air. Lalu bacakan Al Fatihah 3 atau 7 kali, setelah itu do'akan sebagai berikut:



"Ya Allah jadikanlah senyawa air dan garam ini racun yang akan melukai, melemahkan atau bahkan membunuh jin-jin yanga ada dalam tubuhku. Aamiin"



Kenapa menggunakan Ayat Ayat Quran? Kenapa 7 Kali? Kenapa Al Fatihah? Kenapa Air Garam?

Pertanyaan ini sederhana, namun tanpa disadari telah membawa kita kepada sebuah dosa dan pengingkaran terhadap kitabullah Al Qur'an. Karena Allah telah menggariskan dalam surat Al Israa ayat 82 Bahwa Al Quran itu adalah obat. Artinya seluruh al Qur'an itu obat, kita boleh menggunakan ayat-ayat yang kita pilih sebagai syifa atau penyembuh ataupun ruqyah untuk mengusir sihir dan syaitan.



[9] MENGAMBIL PENYAKIT

Tehnik ini adalah bagian dari Ruqyah Aktif sebagai ikhtiar untuk mencabut, menarik atau mengeluarkan jin dan pengaruh sihirnya dalam tubuh kita sendiri dengan menggunakan 5 jari yang telah dibacakan Ayat Ruqyah. Tehnik ini dilakukan jika jin itu telah diketahui lokasinya dalam tubuh (cara mengetahuinya adalah dengan merasakan pusat sakit yang konstant disuatu tempat). Biasanya ada dititik tertentu dalam tubuh yang sring kedutan, pegal, kaku atau sakit tanpa sebab; semisal di Paha Kanan, Kepala, Leher, Tenggorokan atau titik lain.



Caranya:

1.Lakukan muqodimah ruqyah seperti biasa.

2.Bacakan surah yasiin ayat 9 dengan niat untuk menguncinya. Bacakan ditelunjuk dan lingkari daerah sakit agar jin itu tidak pindah-pindah ke tempat lain.

3.Bacakan Surah Al Anfal 17 dan Al Mukminun 115 di ujung jari-jari dan tiupkan, supaya terkondisi kerucutkan lima jari tangan kanan dan dekatkan ke mulut.

4.Cengkram lokasi yang sakit dan cabut sambil baca "Bismillahi Allahuakbar!“, tarik atau ambil sakit itu seolah-olah menarik benda sihirnya.



Selain diatas, kita juga bisa menyiksa jin itu dengan mendekatkan telapak tangan kita, menekan titik sakit dengan jari, menepuk-nepuk, meniup atau mengusapnya sambil membacakan surah Al Hasyr ayat 21 dengan niat menyiksanya.



[10] PTT / TEHNIK PUTARAN TAWAF

Tehnik Putaran Tawaf ini sudah dibuktikan ratusan peserta pelatihan RHQH dipuluhan kota di indonesia. Rata-rata mantan praktisi ilmu hitam muntah seketika, bahkan ada yang muntah darah dan sembuh seketika. .

Caranya:

1.Duduk konsentrasi, dan lakukan muqodimah ruqyah.

2.Bacakan Al Fatihah, Al Falaq dan Al Mukminun 115, dan tiupkan ke tangan.

3.Letakan di perut dan putar-putar ke arah kiri, sambil baca "La Hawla wala quwwata ilabillahil aliyhil adziim" niatkan untuk mengumpulkan semua bentuk sihirnya disana.

4.Lalu tarik kedada dan buang dimulut. Jika mual, langsung muntahkan



Bisa dilakukan rutine setiap hari selepas shalat. Tehnik ini juga bisa diaplikasikan di titik sakit diseluruh tubuh yang terjangkau tangan, jika tidak mungkin menarik kemulut bisa dihempaskan kearah mana saja dengan meniatkan untuk membuang penyakit dan memenjarakan jin nya dialam mereka.

*Catatan:Tehnik Self healing ini tidak terbatas pada 10 tehnik diatas, masih banyak tehnik lain semisal Prayer Healing, Do'a-Do'a Rasulullah, Ayat-ayat syifa dan Amaliah lain yang memungkinkan jin tidak bisa mengakses hati manusia.

 Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474
SELAMAT MEMBUKTIKAN!

Sumber: https://web.facebook.com/notes/nuruddin-al-indunissy/ruqyah-mandiri-10-tehnik-mutakhir/503649143028595/

Ciri Gangguan Jin Dan Solusinya Yang Tepat


Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

Hal paling mudah membedakan sakit karena gangguan jin atau medis biasa adalah dengan mengenali ciri-ciri gangguan sihir atau eksistensi jin dalam tubuh. Berikut ini adalah ciri umum, ciri saat tidur dan ciri unik lain yang mungkin tidak kita sadari. Tolong diperhatikan, jika ada lebih dari 10 point yang teridentifikasi dengan yakin artinya antum harus mulai melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah. Semoga menjadi solusi sehat untuk ummat.

  1. TANDA GANGGUAN SIHIR PADA KESEHATAN FISIK & PSIKIS

    1. EMOSI TINGGI dan tidak terkendali (Istri membantah suami, anak membantah ibu, dan suami yang sering memaki istri karena hal kecil).
    2. Sering RAGU, WAS WAS & KETAKUTAN tanpa sebab yang jelas.
    3. Adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan shalat dan ibadah lain.
    4. Sulit KHUSYUK dalam mengerjakan sholat, dan LUPA rakaat shalat.
    5. SESAK NAFAS dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 Ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).
    6. MELEMAHNYA HATI, MINDER, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari sosial.
    7. SAKIT MENAHUN; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.
    8. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah.
    9. DEPRESI dan pikiran linglung, merasa sedih, jantung berdebar-debar keras.
    10. Sering KESURUPAN dan Pingsan, baik separuh ingatan atau secara total.
    11. Sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri dll.
    12. PARANOID dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.
    13. Sering MENCIUM BAU–bauan wangi kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
    14. Pusing berlebih (VERTIGO) dan melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain sebagainya.
    15. Melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau diluar kendali atau seperti ada yang mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.
    16. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.
    17. Melihat atau merasakan keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas.
    18. Rasa sakit disalah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis

    B.TANDA-TANDA WAKTU TIDUR

    19. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun dimalam hari. Dalam kondisi parah biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.
    20. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah yang diinginkan.
    21. Tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun tidak bisa.
    22. Mimpi melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, ulat, anjing, tikus besar, serigala, harimau dll.
    23. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (kondisi mata tertutup).
    24. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi.
    25. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk dikuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.
    26. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.
    27. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb), mimpi-mimpi yang seram dan mengerikan.
    28. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut (mahabbah/pelet).
    29. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yg berhubungan dg kematian.
    30. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.

    C. CIRI-CIRI TIDAK WAJAR LAIN

    31. Gejala Tipes, tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika di ceck temperatur tubuh normal.
    32. Emosi dan Ngantuk di Kendaraan/Tempat Kerja, Kuliah, Sekolah dll. Untuk mensukseskan keinginannya, kadang jin melakukan segala cara termasuk membuat orang ngantuk dijalan atau bahkan menggerakan tangan manusia yang dirasukinya hingga terjadi kecelakaan. Sering terjadi saat orang mau pergi ke peruqyah atau belajar ruqyah.
    33. Impotensi. Sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam; dukun, berbagai ilmu tenaga dalam, amalan wirid overdosis (ribuan/malam) dll. Atau terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu jin..
    34. Mandul , Haid tidak Teratur, Keguguran (Sihir Nadzof). Jin bersarang di rahim dan menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai memakan setiap janin yang sudah jadi (dari pengakuan jin).
    35. Kista/Mium, Asam Urat, Kolesterol, Pengapuran. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa membacakan ayat ruqyah ditangan dan meletakannya diperut. Jika terasa hangat atau panas, maka geser keatas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir.
    36. VicTor (Fikiran yang kotor) Jin kadang bersarang dikemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya. Memunculkan semua sifat jelek hingga ia menjadi sampah masyarakat.
    37. Jomblo Menahun. Sulit menikah, sulit dapat jodoh yang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar.
    38. Pemurtadan Ghaib. Melihat salib saat shalat, berasa tidur di Gereja, bisikan menyebut nama Yesus, ada sosok hitam diarah kiblat dalam shalat, Gelisah akut, dll.
    39. Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).
    40. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh.
    41. Dejavu.
    42. Kedutan dan kesemutan disebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu.
    43. Eksim, atau gatal yang lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh.
    44. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, membantah ibu, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.
    45. Anak Indigo; sering bngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke-18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).
    46. Sindikat kristenisasi ghaib terstruktur dan terorganisir [ditemukan pertama kali dipalembang, berpusat di gereja katedral jakarta dan berpusat di Vatikan]. Hati-hati dengan buku-buku kristologi dan pastur-pastur liar yg membagikan sesuatu. Juga hati-hati dengan rumahsakit-sakit yg menjadi markas mereka.
    47. Diperkosa Jin. Mimpi atau Halusinasi seakan nyata didatangi laki-laki dlm bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai mahluk alien, mahluk alien dll).
    48. Peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan.
    49. Hambar dalam hubungan suami Istri, Suasana keluarga memanas terus, Pisah ranjang menahun dll.
    50. Ingin Marah saat mendengar Al Qur’an, Mendengar Adzan dan ingin marah atau rasa malas saat bertemu dengan orang yang lurus aqidahnya.

    SOLUSI DAN TINDAKAN PENANGGULANGAN:
    Tidak usah keluar rumah, bisa dilakukan sendiri dengan keluarga.

    1. Pelajari dahulu bagaimana caranya agar sehat dengan cara yang sehat, bisa dengan membeli buku ruqyah, ikut pelatihan ruqyah, atau download langsung buku manual Ruqyah Mandirinya ;

    BACA ATAU DOWNLOAD EBOOK RUQYAH:
    DOWNLOAD MP3 RUQYAH
    LIHAT FAKTA & PROSES RUQYAH
    https://www.youtube.com/user/hitechadi

    2. Lakukan Ruqyah Mandiri, minta bantuan keluarga selama 1 bulan.

    3. Jika tidak kuat sendiri, datangi peruqyah yang syar'ie.
    Lihat jadwal dan waktu terbaik untuk menghubungi atau bertemu peruqyah, dan buat janji. Karena teraphy ruqyah itu bukan cemilan yang bisa didapat dengan sms dan telphone sana sini.

    4. Bertawakal kepada Allah dan kembalilah ke sunnah, tinggalkan berbagai bentuk kesyirikan dan bergabunglah dengan orang-orang salih yang benar akidahnya.
Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

Sumber: https://web.facebook.com/notes/nuruddin-al-indunissy/50-ciri-gangguan-jin-solusinya/140115589500806/
Fiqih Udhhiyah, Aqiqah Dan Qurban

Fiqih Udhhiyah, Aqiqah Dan Qurban

Pengertian Aqiqah

Aqiqah menurut syara’ berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Pendapat Para Fuqaha Tentang Disyari’atkannya Aqiqah

Ada tiga pendapat para ahli fiqih dan imam mujtahid tentang disyari’atkannya aqiqah:

Pertama: Mereka yang berpendapat disunatkan dan dianjurkan, yaitu Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi’i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan sebagian besar ahli fiqih, ilmu dan ijtihad. Mereka berargumantasi dengan hadits-hadits yang telah disebutkan. Mereka juga menolak pendapat orang-orang yang berpendapat bahwa aqiqah itu wajib dengan ungkapan sebagai berikut:

  1. Jika aqiqah itu wajib, tentu kewajibannya akan diketahui dalam ad-din. Sebab, ini merupakan tuntutan. Dan tentu Rasulullah saw, akan menjelaskan wajibnya kepada umat dengan suatu keterangan yang diperkuat dengan hujjah.

  2. Rasulullah saw, telah menggarisbawahi persoalan aqiqah ini dengan kesukaan orang yang melakukannya. Beliau bersabda:


مَن وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَاَ حَبَّ اَيُنسَكَ عَنهُ فَل يَفعَل

Barang siapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai untuk membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melalukannya.

  1. Perbuatan Rasulullah saw, di dalam persoalan aqiqah ini tidak menunjukan hukum wajib. Tetapi menunjukan suatu anjuran.


Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah itu diwajibkan. Mereka adalah Imam Al-Hasan Al-Bashri, Al-Lits Ibnu Sa’ad dan lain-lain. Mereka berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq bin Ruhawiah:

أَنَّ النَّاسَ يُعرَضُونَ يَومَ القِيَا مَةِ عَلىَ العَقِيقَةِ كَمَا يُعرَضُو نَ عَلَى الصَّلَوَا تِ الخَمسِ

Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan dimintakan pertanggungjawabannya atas aqiqah, sebagaimana akan dimintai pertanggungjawabannya atas shalat-shalat lima waktu.

Wajah istidlal-nya (pengambilan dalilnya) adalah, bahwa anak itu tidak akan dapat memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya sebelum di aqiqahi. Inilah yang menguatkan kewajibannya.

Ketiga, pendapat yang menolak bahwa aqiqah itu disyariatkan. Mereka adalah para ahli fiqih Hanafiyyah.  Argumentasi yang dikemukakan adalah hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw, ditanya tentang aqiqah, beliau menjawab:

كُلُّ غُلاَ مٍ مُر تَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ

Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah.

Mereka juga berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Rafi’ ra, bahwa ketika ibu Al-Hasan bin Ali’, Fatimah ra, ingin mengaqiqahinya dengan dua biri-biri, Rasulullah saw, bersabda:

لاَ تُعَقّى وَلكِن أحلِقِى رَأسَهُ, فَتَصَدَّقِى بِوَزنِهِ مِنَ الوَرَقِ,- اَى مِنَ الفِضَّةِ- ثُمَّ وُلِدَ- ثُمَّ وُلِدَ حُسَينٌ, فَصَنَعتُ مِثلُ ذ لِكَ.

Janganlah engkau mengaqiqahinya, tetapi cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan perak sebanyak berat timbangan rambutnya itu. Kemudian dilahirkanlah Husain dan ia melakukan seperti itu.

Kebanyakan ahli fiqih, ilmu dan ijtihad, bahwa zhahir hadits-hadits yang telah disebutkan tadi menguatkan segi disunatkan dan dan dianjurkannya aqiqah.

 

Mereka telah menjawab hadits-hadits yang dijadikan sebagai argumentasi para ahli fiqih Hanafiyyah tentang penolakan mereka terhadap disyariatkannya aqiqah. Mereka mengatakan bahwa hadits-hadits yang dijadikan argumentasi itu tidak berarti apa-apa dan tidak sah untuk dijadikan sebagai dalil terhadap penolakan disyariatkannya aqiqah. Akan halnya Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw, pernah bersabda, “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”, maka siyaqu I-hadits (susunan katanya) dan sebab-sebab keluar hadits itu menunjukan bahwa aqiqah adalah sunat dan dianjurkan. Lafazh hadits itu sebenarnya adalah demikian: Rasulullah saw, ditanya tentang aqiqah. Beliau menjawab, “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”. Seakan-akan beliau tidak menyukai nama, yakni dinamakannya sesembelihan dengan aqiqah.[1] Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bertanya tentang salah seorang diantara kami yang dikaruniai seorang anak”. Beliau bersabda, “Barang siapa diantara kamu menyukai untuk membaktikan (mengaqiqahi) anaknya, maka hendaklah ia melalukannya. Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan satu ekor kambing”.

Adapun istidlal mereka dengan hadits Abu Rafi’, “Janganlah engkau mengaqiqahinya, tetapi cukurlah rambut kepalanya . . .”, tidaklah menunjukan dimakruhkannya aqiqah. Sebab, Rasulullah saw, tidak suka membebani Fatimah ra, dengan aqiqah, sehingga beliau bersabda, “Janganlah engkau mengaqiqahinya . . .” dan beliau telah mengaqiqahi mereka berdua (Al-Hasan dan Al-Husain). Maka sudah cukup bagi Fatimah untuk menyajikan makanan-makanan saja. Di antara hadits-hadits yang menguatkan bahwa Rasulullah saw telah mengaqiqahi mereka berdua adalah sebagai berikut:

Abu Daud meriwayatkan dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ra:

أَ نَّ رَسُو لُ ا للّهِ صَلَّى ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ ا لحُسنِ وَا لحُسَينِ كَبشًا كَبشًا.

Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain satu kambing satu kambing.

Jarir bin Hazim telah menceritakan dari Qatadah dari Anas:

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّ ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ ا لحَسَنِ وَا لحُسَينِ كَبشَينِ.

Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dua kambing.

Yahya bin Sa’id telah menceritakan dari Amirah dari Aisyah bahwasanya ia berkata:

عَقَّ رَسُولُ ا للّهِ صَلَّى ا للّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ عَنِ الحَسَنِ وَا لحُسَينِ يَومَ ا لسّابِعِ.

Rasulullah saw, telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka).

Ringkasnya, mengaqiqahi anak itu adalah sunat dan dianjurkan. Ini menurut kebanyakan imam dan ahli fiqih. Oleh karena itu hendaklah orang tua melakukannya, jika memang memungkinkan dan mampu menghidupkan sunnah Rasulullah saw ini. Sehingga ia menerima keutamaan dan pahala dari sisi Allah swt, dapat menambah makna kasih sayang, kecintaan dan mempererat tali ikatan sosial antara kaum kerabat dan keluarga, tetangga dan handai taulan, yaitu ketika mereka menghadiri walimah aqiqah itu, sehingga rasa turut merasakan kebahagiaan atas lahir dan hadirnya sang anak. Di samping itu ia dapat mewujudkan sumbangan jaminan sosial, yaitu ketika sebagian kaum fakir miskin turut mengambil bagian di dalam aqiqah itu.

Alangkah agung dan luhurnya Islam serta dasar-dasar syariat di dalam menanamkan rasa kasih sayang dan kecintaan di dalam masyarakat, termasuk di dalam membina keadilan sosial dalam kelas-kelas masyarakat miskin.

  1. Waktu Yang Dianjurkan Melaksanakan Aqiqah


Di dalam hadis Samurah disebutkan:

اَلْغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُسَمَّى.

Anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari ketujuh (dari kelahirannya) dan diberi nama.”

 

Hadis ini menunjukan, bahwa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahirannya. Tetapi ada pula pendapat yang menyatakan, bahwa penetapan hari ketujuh itu bukan merupakan suatu anjuran. Jika diaqiqahi pada hari keempat, kedelapan, kesepuluh atau setelah itu, maka aqiqah itu pun telah cukup.

Imam Malik berkata:

Pada lahirnya, penetapan hari ketujuh itu hanya bersifat anjuran. Sekiranya menyembelihnya pada hari keempat, kedelapan atau kesepuluh atau setelahnya, aqiqah itu telah cukup. Artinya, jika seorang bapak merasa mampu menyembelih aqiqah pada hari ketujuh, maka hal itu lebih utama, sesuai dengan perbuatan Nabi Saw. Namun jika hal itu terasa menyulitkan, maka diperbolehkan untuk melaksanakannya pada hari berapa saja sebagaimana pendapat Imam Malik.Dengan demikian , maka dalam perintah menyembelih aqiqah ini terdapat kelonggaran waktu dan kemudahan.

يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْر

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”(Al Baqarah:185)

  1. Hukum Umum Yang Berkenaan dengan Aqiqah


Ada beberapa hukum umum yang berkaitan dengan masalah aqiqah yang harus diperhatikan:

  1. Para ulama sepakat, bahwa semua hal yang dibolehkan di dalam aqiqah adalah juga hal yang diperbolehkan di dalam kurban. Adapun hal-hal yang diperbolehkan di dalam aqiqah adalah sebagai berikut:


1)  Hendaknya binatang itu berumur satu tahun lebih atau memasuki dua tahun, jika binatang itu biri-biri atau kambing.

2) Hendaknya binatang sembelihan itu tidak cacat.

3) Sapi atau kerbau, tidak sah kecuali sudah mencapai umur dua tahun dan memasuki tahun ketiga.

  1. Tidak boleh kooperatif, misalnya tujuh orang bergabung untuk melaksanakan aqiqah.

  2. Sebagai ganti kambing, boleh menyembelih unta atau sapi. Argumentasi orang yang membolehkan aqiqah dengan unta atau sapi adalah hadis riwayat Ibnul-Mundzir dari Nabi  Saw, bahwa beliau bersabda:


مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ، فَاهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا

Anak itu harus diaqiqahi.Maka alirkanlah darah untuknhya.”

  1. Diperbolehkan mengadakan pesta aqiqah dengan mengundang orang-orang lain yang dikehendaki untuk makan bersama.

  2. Dianjurkan, agar aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Diriwayatkan oleh Ibnul-Mundzir dari Aisyah ra. Bahwa Nabi Saw. Bersabda,”Sembelihan atas namanya (anak yang dilahirkan) dan ucapkanlah,’Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mulah dan kepada-Mulah kupersembahkan aqiqah si Fulan ini.”

  3. Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

  4. Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah pada awal menghirup udara kehidupan.

  5. Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran.

  6. Bayaran utang anak untuk memberikan syafa’at kepada orang tuanya.

  7. Sebagai media menampakkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah Saw, pada hari kiamat.

  8. Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

  9. Pengertian Qurban


Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas sholat Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah kerena beribadah kepada  Allah s.w.t.

Daripada Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu."    (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: "Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad s.a.w. menjawab: "Ia sunnah bagi bapa kamu Nabi Ibrahim." Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah s.a.w. menjawab: "Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan." Mereka bertanya: "maka bulu yang halus pula? Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud "Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan."    (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).

  1. Hukum Qurban


Sebagian ulama berpendapat nahwa kurban itu wajib, sedangkan sebagian lain berpenadpat sunat. Alasan yang menyatakan wajib yaitu firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ


Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (QS. Al-Kautsar: 2)

Sedangkan alasan yang menyatakan bahwa kurban itu sunah adalah sabda rasulullah yang berbunyi:

”Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunah bagi kamu.” (Riwayat Tirmidzi)

Hukumnya Sunnat Muakkad (sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut:

  1. Islam

  2. Merdeka (Bukan hamba)

  3. Baligh lagi berakal

  4. Mampu untuk berqurban


Binatang yang sah dijadikan kurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut:

  1. Domba (Da’ni) yang telah nerumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.

  2. Kambing yang sudah nerumur dua tahun lebih.

  3. Unta yang telah berumur lima tahun lebih.

  4. Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.


Seekor kambing hanya untuk satu orang , diqiyaskan dengan denda menninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau, dan sapi boleh buat kurban tujuh orang. Sebagaimana hadits riwayat muslim yaitu :

Dari jabir,”Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah Saw, pada tahun Hudaibiyah, seekor  unta untuk tujuh orang.” (Riwayat muslim).

            Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi menjadi wajib jika dinazarkan. Sabda  Rasullullah s.a.w: "Barang siapa yang bernazar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah dia melakukannya." (Fiqh al-Sunnah).

  1. Pelaksanaan Qurban

  2. Binatang yang diqurbankan adalah jenis unta, lembu atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika biri-biri telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.

  3. Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau kedua-duanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu haruslah sehat sehingga kita sayang kepadanya.

  4. Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai sholat Idul Adha dan dua khutbah pendek, tetapi afdhalnya ialah ketika matahari naik seluruhnya pada Hari Raya Haji sehingga tiga hari sesuadah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq iaitu 11,12 dan 13 Zulhijjah).

  5. Daging qurban sunnat, orang yang berkorban disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembahagian daging qurban sunnat terdapat tiga cara yang utamanya adalah mengikut urutan sepererti berikut:

  6. Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan

  7. Orang yang berqurban itu mengambil satu pertiga daripada jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.

  8. Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda  Rasullullah s.a.w: "Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah."

  9. Hikmah Qurban

  10. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s.

  11. Menididik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.

  12. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati, mau membelanjakan harta di jalan Allah s.w.t.

  13. Menghapus dosa dan mengharapkan keridhoan Allah s.w.t.

  14. Menjalin hubungan kasih sayang antar sesama manusia, terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.

  15. Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika akan melewati Sirat Al-Mustaqim di akhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad saw, “ muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu di titian pada hari kiamat.


 

 

 

[1]  Dari zhahir hadits ini, segolongan fuqaha mengambil dalil bahwa kata-kata aqiqah itu diganti dengan nasikah, karena Rasulullah saw, tidak menyukai nama aqiqah. Segolongan lain mengatakan bahwa beliau tidak membenci nama itu, dan mereka berpendapat bahwa hal itu adalah mubah, karena banyak hadits menamakan sembelihan itu dengan aqiqah.

Perpaduan antara kedua pendapat diatas, bahwa hendaknya seorang Muslim hendaknya menggunakan kata-kata nasikah dan menjadikannya sebagai asal. Jika pada suatu ketika, ia menggunakan nama aqiqah untuk menjelaskan hukum dan menerangkan maksud, maka hal itu dibolehkan. Di sinilah terdapat titik temu hadits-hadits itu.

 

 
Hak-hak Anak dalam Islam

Hak-hak Anak dalam Islam

Hak-hak Anak dalam Islam

] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي

Abu Ahmad Said Yai Ardiansyah, Lc., M.A.

Editor : Tim islamhouse.com Divisi Indonesia

2014 - 1436

حقوق الأولاد في الإسلام

« باللغة الإندونيسية »

أبو أحمد سعيد يائي

مراجعة: الفريق الإندونيسي بموقع دار الإسلام

 

2014 - 1436




Hak-hak Anak dalam Islam

 Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Anugerah yang membuat sepasang hati semakin bertambah bahagia. Kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan harta-benda.

Anak adalah rezki dari Allah. Sudah sepantasnya pasangan suami istri bersyukur atas rezki itu. Allah subhanahu wa tala berfirman:

 

﴿ لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ  ﴾ [ الشورى: 49 - 50 ]

 

Artinya: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya). Dan Dia menjadikan mandul siapa yang dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS Asy-Syura : 49-50)

Di antara bentuk rasa syukur adalah memperhatikan hak-hak anak. Sehingga dengan demikian, terjalinlah hubungan yang harmonis di dalam keluarga, terciptalah anak-anak yang taat kepada orang tuanya, terbentuklah watak-watak anak soleh yang siap membangun agama, bangsa dan negara.

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Islam telah mengajarkan seluruh aspek kehidupan. Islam telah mengajarkan hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya.

 

Di antara hak-hak anak dalam Islam adalah sebagai berikut:

  1. MEMILIHKAN PASANGAN YANG SOLEH/SOLEHAH SEBELUM MENIKAH


Sebelum anak dilahirkan, maka seorang yang akan menikah harus benar-benar memperhatikan dengan siapa ia akan melanjutkan kehidupannya. Benarnya pilihan akan menentukan kebahagiaan di masa yang akan datang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada pria yang ingin menikah untuk memilih wanita yang solehah dan beragama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

(( تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا  وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ ))

Artinya: “Seorang wanita dinikahi dengan empat alasan, yaitu: karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, maka tanganmu akan berdebu (dalam bahasa arab ini adalah doa agar mendapat kebaikan atau keberuntungan).”[1]

Hadis ini tidak membatasi bahwa wanita tidak boleh memilih. Wanita juga dapat memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya.

Untuk mendapatkan pasangan yang soleh/solehah –alhamdulillah– kita bisa banyak menemukannya di dalam masyarakat muslimin. Hanya saja, yang paling dibutuhkan oleh seorang yang ingin mencari jodoh adalah rasa qana’ah (merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah). Dia harus menyadari bahwa pria/wanita tidak ada yang sempurna.

Dia akan merasakan suatu kesenangan tersendiri apabila ternyata pasangan hidupnya adalah orang yang soleh, taat dan dapat mendidik anak-anaknya. Kenikmatan yang tidak dimiliki jika bersama dengan orang yang hanya mengandalkan harta,  kedudukan atau kecantikan saja.

  1. MENGUCAPKAN DOA SEBELUM BERHUBUNGAN BADAN UNTUK MENJAGANYA DARI GANGGUAN SETAN


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan doa ketika berhubungan badan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ:  بِاسْمِ اللَّهِ  اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا - فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ ))


Artinya: “Seandainya seseorang di antara kalian ketika mendatangi istrinya membaca, ‘BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNASY-SYAITHAN WA JANNIBISY-SYAITHAN MA RAZAQTANA’ (Dengan nama Allah. Ya Allah, Jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami). Jika Allah menakdirkan (dengan hubungan itu terlahir) seorang anak, maka setan tidak akan bisa memudaratkannya.”[2]

 

  1. MEMPERHATIKANNYA KETIKA BERADA DI RAHIM IBUNYA


Sepasang suami-istri harus memperhatikan keadaan anaknya ketika berada di rahim, baik yang berhubungan dengan kesehatan bayi yang dikandungnya maupun sifat-sifat yang akan diturunkan dari ibunya ke anaknya. Seorang ibu harus sadar terhadap apa yang dikerjakan di kesehariannya. Jangan sampai dia memiliki kebiasaan-kebiasaan jelek yang secara tidak dia sadari akan berpengaruh terhadap perilaku bayinya nanti.

Seorang ayah wajib menafkahi ibu yang mengandung anaknya, walaupun dia sudah benar-benar ditalak tiga atau talak bain. Alasannya adalah ibu tersebut mengandung anaknya dan menafkahi anak itu wajib.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{وَإِنْ كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ} [الطلاق:6]

Artinya: “Jika mereka (wanita-wanita itu) sedang hamil, maka nafkahilah mereka sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS Ath-Thalaq : 6)

 

  1. MEMPERLIHATKAN RASA SENANG KETIKA DIA DILAHIRKAN


Ketika sang anak dilahirkan sudah sepantasnya seorang ayah dan ibu menunjukkan rasa senangnya. Bagaimanapun keadaan anak itu. Baik laki-laki maupun perempuan. Terkadang sebagian orang tua memiliki rasa benci jika yang dilahirkan adalah perempuan.

Perlu kita ketahui ini, rasa kebencian itu merupakan sifat jahiliah yang masih dimiliki oleh sebagian kaum muslimin.

Allah subhanahu wa ta’ala telah mengabarkan di dalam Al-Qur’an tentang perbuatan yang telah dilakukan oleh orang-orang Quraisy di masa Jahiliah. Mereka membunuh bayi-bayi perempuan mereka yang baru dilahirkan. Allah subhanahu wa ta’ala berkata:

﴿ وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59) ﴾  [النحل : 58-59]

 

Artinya: “Dan apabila seseorang di antara mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, maka hitamlah (merah padamlah) mukanya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah dia akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah! Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS An-Nahl : 58-59)

Terkadang Allah menguji sang Ayah dan sang Ibu dengan anak yang cacat. Mereka diuji dengan kebutaan, kebisuan, ketulian atau cacat yang lainnya pada sang Anak. Orang yang paham bahwa itu adalah ujian, maka dia akan berlapang dada untuk menerimanya dan tetap merasa senang. Sebaliknya orang yang tidak paham, maka dia tidak akan senang, tidak rida bahkan terkadang bisa sampai mengarah ke perceraian atau pembunuhan sang Anak.

  1. MENJAGANYA AGAR TETAP HIDUP BAIK KETIKA DI DALAM RAHIM MAUPUN KETIKA TELAH LAHIR


Anak pun memiliki hak untuk hidup. Allah subhanahu wa ta’ala berkata:

﴿ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا  ﴾  [الأسراء :31]

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan! Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS Al-Isra’ : 31)

Bentuk pembunuhan yang banyak dilakukan adalah dengan peraktek aborsi. Aborsi hukumnya adalah haram, terkecuali ada alasan darurat yang membolehkannya. Yang sungguh mengherankan –berdasarkan data yang penulis dapatkan-, justru ibu-ibu yang telah memiliki dua atau tiga anaklah yang paling banyak melakukan peraktek ini. Hendaklah mereka segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah.

  1. MEMBERI NAMA DENGAN NAMA YANG BAIK


Anak pun memiliki hak untuk diberi nama yang baik dan bagus didengar. Nama itulah yang mewakili dirinya untuk kehidupannya kelak. Oleh karena itu, janganlah salah dalam memilihkan nama.

Islam telah mengajarkan agar memilih nama-nama islami dan menjauhi nama-nama yang mengandung unsur penyerupaan dengan agama lain atau penyerupaan dengan pelaku-pelaku kemaksiatan. Sudah sepantasnya seorang muslim bangga dengan nama islaminya.

Memilih nama yang islami tidak perlu susah-susah. Penulis teringat dengan nasihat  Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-‘Abbad (Ahli hadis Madinah) ketika beliau ditanya tentang beberapa nama arab yang agak asing didengar ditelinga, kemudian beliau menjawab, “Pilihlah nama-nama yang tidak perlu ditanyakan lagi apakah boleh memakai nama itu ataukah tidak!”.

Nama-nama yang seperti di maksudkan oleh Syaikh ‘Abdul-Muhsin sangat banyak sekali, seperti: ‘Abdullah, ‘Abdurrahman, ‘Abdurrahim dan sejenisnya, nama-nama para nabi, nama-nama sahabat yang terkenal dll. Begitu pula untuk anak perempuan, banyak sekali nama wanita-wanita solehah, seperti: Fatimah, Khadijah, Aisyah dll.

 

  1. MENYUSUINYA DENGAN ASI SAMPAI DIA MERASA CUKUP SERTA MEMPERHATIKAN GIZI YANG DIA MAKAN/MINUM


Anak memiliki hak untuk dijaga kesehatannya. Makanan yang paling bagus untuk bayi di bawah umur dua tahun adalah ASI (Air Susu Ibu).

﴿  وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ  ﴾  [البقرة :233]

 

Artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi rezki (makanan) dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya. Dan orang yang mendapatkan warisan pun berkewajiban demikian…” (QS Al-Baqarah: 233).

Ibnu Hazm berkata, “Seorang ibu wajib menyusui anaknya, baik dia itu adalah seorang yang merdeka ataupun budak, atau seorang yang berada di bawah tanggungan suaminya, tuannya ataupun tidak di bawah tanggungan siapa-siapa. Hal ini disebabkan karena hak anaknya yang berasal dari air mani yang dinisbatkan kepada suaminya atau selain suaminya, baik dia itu senang atau tidak, bahkan anak seorang khalifah pun dipaksa untuk itu.

Terkecuali wanita yang ditalak, maka dia tidak dipaksa untuk menyusui anak yang berasal dari yang mentalaknya. Akan tetapi, jika dia mau menyusuinya, maka harus diperbolehkan …”[3]

  1. BERAKIKAH (AQIQAH) DENGAN MENYEMBELIH SATU EKOR KAMBING UNTUK ANAK PEREMPUAN DAN DUA EKOR KAMBING UNTUK ANAK LAKI-LAKI SERTA MENCUKUR RAMBUTNYA DI HARI KE TUJUH KELAHIRANNYA


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ ))


Artinya: “Seorang anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ke tujuh, diberi nama dan dicukur kepalanya.”[4]

Meskipun terjadi perbedaan pendapat di antara ulama tentang kewajiban berakikah, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim untuk selalu berusaha mengikuti semua sunnah/ajaran nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.

  1. MEMPERHATIKAN KEBERSIHAN TUBUHNYA DAN MENGHILANGKAN BERBAGAI GANGGUAN DARINYA


Orang tua wajib memperhatikan kebersihan anaknya. Secara tidak disadari, hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental sang Anak. Begitu pula, sudah sepantasnya orang tua mengajarkan cara menjaga kebersihan. Sebagai contoh kecil, mengajarkannya untuk tidak membuang sampah kecuali di tempat sampah, mengajarkannya untuk membersihkan tempat tidur dan membiasakannya untuk menggosok giginya.

Islam adalah agama yang yang sangat memperhatikan kebersihan. Di antara bentuk ajaran Islam yang menjelaskan tentang kebersihan adalah disyariatkannya berkhitan, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

[1] HR Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3635

[2] HR Al-Bukhari no. 3283 dan Muslim no. 3533

[3] Al-Muhalla milik Ibnu Hazm, Jilid X Hal. 335, Idarah Ath-Thiba’ah Al-Muniriyah

[4] HR Abu Dawud no. 2837, At-Tirmidzi no. 1522 dan Ibnu Majah no. 3165, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Shahih Abi Dawud no. 2527-2528, Irwa’ul-ghalil no. 1165 dan Al-Misykahno. 4153.

 

 

  1. MENAFKAHINYA SAMPAI DIA BESAR


Anak juga memiliki hak untuk diberi nafkah, seperti: makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ ))


Artinya: “Seseorang dianggap berdosa jika dia tidak menafkahi orang-orang yang menjadi tanggungannya.”[1]

(( أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ))


Artinya: “Dinar (uang) yang paling afdhal yang diinfakkan oleh seorang laki-laki adalah dinar yang diinfakkan kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya, dinar yang diinfakkan kepada hewan tunggangannya (untuk berjihad) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan kepada teman-temannya (yang sedang berjihad) di jalan Allah.”[2]

  1. MENGAJARINYA ILMU-ILMU YANG BERMANFAAT


Orang tua wajib mengajari anaknya ilmu-ilmu yang bermanfaat. Jika dia tidak mampu, maka dia wajib mencari orang lain untuk mengajarinya, baik dengan menyekolahkannya atau memberikan kursus-kursus.

Ilmu yang bermanfaat sangat banyak sekali, meliputi ilmu agama dan ilmu duniawi.

Untuk ilmu agama –ini yang seharusnya lebih diperhatikan- orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan anaknya pengetahuan-pengetahuan yang wajib diketahui oleh sang Anak. Anak harus diajarkan tiga landasan utama yang harus diketahui oleh setiap muslim.

Ketiga landasan utama itu adalah: mengenal Allah, Rasul-Nya dan agama Islam. Anak harus mengetahui hal-hal tersebut dengan dalil-dalilnya secara ringkas.

Anak juga harus mengetahui hal-hal yang diwajibkan dan diharamkan oleh Allah. Kewajiban dan keharaman yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang harus diketahui oleh setiap muslim dan orang-orang awam di negeri Islam pasti mengetahui kewajiban dan keharaman tersebut, seperti: wajibnya shalat, zakat, puasa dan lain-lain serta haramnya zina, minum-minuman keras, mencuri dll.

Anak juga harus dibiasakan untuk berbahasa arab, karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, as-sunnah dan agama Islam. Orang tua harus menanamkan rasa cinta kepada bahasa Arab melebihi bahasa-bahasa selainnya.

Untuk ilmu dunia, orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan anaknya pengetahuan-pengetahuan yang sifatnya wajib diketahui dan sangat dibutuhkan di lingkungan di mana dia berada, seperti: ilmu baca-tulis, berhitung, dll, sehingga dia tidak bisa dibodohi dan dipermainkan oleh orang lain.

  1. MENGAJARKANNYA UNTUK BERAMAL SOLEH, BERADAB DAN BERAKHLAK MULIA


Orang tua wajib mengajarkan kepada anaknya bagaimana beramal soleh, beradab dan berakhlak mulia. Selain dengan perkataan, orang tua harus mengajarkannya dengan memperaktekkannya pada diri orang tua sendiri. Dengan demikian sang Anak bisa meniru tingkah laku kedua orang tuanya.

Pengajaran dengan memperlihatkan peraktek langsung lebih berpengaruh daripada hanya sekedar dengan  perkataan. Tidak mungkin seorang bapak ingin mengajarkan kepada anaknya shalat berjamaah di masjid, tapi ternyata bapaknya sendiri tidak shalat di masjid. Banyak sekali para koruptor yang ketika ditanya tentang alasan mengapa dia melakukan korupsi, mereka menjawab, “Saya tahu perbuatan ini salah. Akan tetapi, lingkungan keluarga saya menganggap mencuri adalah hal yang biasa, sehingga saya juga menganggapnya sebagai hal yang biasa.”

  1. MEMBERIKAN HUKUMAN KEPADANYA DENGAN HUKUMAN YANG DIBENARKAN OLEH SYARIAT  KETIKA DIA MENINGGALKAN KEWAJIBAN ATAU MENGERJAKAN  DOSA ATAU MAKSIAT


Orang tua wajib melakukan hal ini. Memberikan hukuman telah diajarkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَ شْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ ))


Artinya: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika umur mereka tujuh tahun. Pukullah mereka jika mereka meninggalkan shalat ketika umur mereka sepuluh tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka.”[3]

Hukuman yang dimaksudkan adalah hukuman yang tidak membekas di kulit dan bukan seperti yang dilakukan oleh sebagian orang ketika memukul anaknya. mereka memukul anaknya sampai berbekas di kulit, bahkan ada yang memukul anaknya sampai cacat.

Sebagian orang menyangka bahwa sang anak tidak boleh dihukum dan harus dibebaskan untuk melakukan segala yang dikehendakinya, dengan alasan hukuman dapat menghambat perkembangan mental sang Anak. Anggapan itu salah dan tidak sesuai dengan syariat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang tua untuk memukul anaknya jika dia meninggalkan kewajiban atau mengerjakan dosa.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa anak yang tidak pernah dihukum oleh orang tuanya karena suatu dosa, maka kebanyakan dari mereka memiliki sikap berani kepada orang tuanya dan tidak menurut. Maukah Anda didurhakai oleh anak Anda di masa nanti?

Akan tetapi yang perlu menjadi catatan, setiap anak memiliki kebebasan untuk bermain dan bersikap. Tidak sepantasnya orang tua selalu menghukum, mencaci dan melarang anaknya pada hal-hal yang tidak sampai jatuh kepada perbuatan yang diharamkan. Pada kondisi ini orang tua cukup memberikan nasihat. Ini ditujukan agar sang anak bisa menjadi kreatif dan tidak terhambat perkembangan mentalnya.

 

  1. MEMBERINYA WAKTU UNTUK BERMAIN DENGAN TETAP MENGONTROL JENIS PERMAINANNYA, TEMPAT BERMAINNYA DAN DENGAN SIAPA SAJA DIA BERMAIN


Anak pun  punya hak untuk bermain. Orang tua sudah sepantasnya memberikan waktu-waktu bermain untuk anaknya, baik di pagi, siang ataupun sore hari. Ketika waktu maghrib datang, orang tua diperintahkan untuk “memegang” anaknya dengan tidak membiarkan anaknya bermain di luar rumah sampai datang waktu ‘isya’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( إِذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ أَوْ قَالَ جُنْحُ اللَّيْلِ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ الْعِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ ))

Artinya: “Jika malam atau awal malam datang maka ‘peganglah’ anak-anak kalian. Sesungguhnya setan-setan menyebar pada saat itu. Jika waktu isya’ telah masuk maka biarkanlah mereka.”[4]

Setelah waktu isya’ datang tidak sepantasnya anak-anak bermain, karena waktu itu adalah waktu tidur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bersenda gurau pada saat itu.

Orang tua juga harus memperhatikan jenis permainan anaknya, jangan sampai dia bermain dengan permainan yang mengandung unsur dosa, seperti: adu kelereng dan kartu (yang mengandung unsur perjudian), memanah ayam atau sejenisnya dll. Orang tua sebaiknya memilihkan permainan yang bermanfaat untuk diri anaknya kelak dan mengandung unsur pembelajaran.

Orang tua juga harus memperhatikan dengan siapa anaknya bergaul dan bermain. Anak-anak sangat mudah menerima rangsangan orang-orang di sekitarnya.

Syaikh ‘Abdulmuhsin Al-Qasim[5] berkata, “Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan siapa dia bergaul (berinteraksi). Manusia bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(الْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ)


Artinya : “Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala unta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa, di dalam pengembalaan unta terdapat kesombongan dan keangkuhan serta di dalam pengembalaan kambing terdapat ketenangan. Jika dengan hewan saja, yang dia itu tidak punya akal dan Anda tidak tahu apa maksud dari suaranya, manusia bisa terpengaruh …maka bagaimana pendapat Anda dengan orang yang bisa bicara dengan anda, paham perkataan Anda, bahkan terkadang membohongi dan mengajak Anda kepada hawa nafsunya serta menghiasi Anda dengan syahwat? Bukankan dia itu lebih berpengaruh?”[7]

Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan teman bergaul anaknya. Dengan mengajaknya bergaul dan berkumpul dengan orang yang lebih dewasa dan soleh, maka ini akan sangat membantunya untuk cepat berpikir dewasa dan menjadi anak yang soleh.

 

  1. MEMBERIKAN RASA AMAN DAN MENJAUHKAN DARI HAL-HAL YANG MENAKUTKANNYA ATAU HAL-HAL YANG MERUSAK AGAMANYA


Merupakan kewajiban orang tua untuk melindungi anaknya, menjaganya dari berbagai gangguan dan memberikannya rasa aman. Orang tua juga harus terus memantau keadaan anaknya dan mencarinya jika dia hilang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencari Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu ketika dia hilang di pasar Bani Qainuqa’ dan berkata, “Dimana Laka’? Panggilkan Laka’[8]?”[9]

Orang tua juga tidak boleh menakut-nakuti anaknya dengan sesuatu yang bisa merusak mental dan agamanya, seperti mengancamnya dengan pisau atau perkataan kasar dan mengatakan kepadanya ketika malam datang, “Awas hantu?”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا)


Artinya: “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim (yang lain).”[10]

Perkataan “Awas hantu?” ternyata dapat menumbuhkan rasa takut yang berlebih terhadap sesuatu yang tidak jelas. Jenis takut yang seperti ini dilarang dalam agama.

 

  1. MENGHARGAI DAN MENGHORMATINYA SEBAGAI SEORANG MANUSIA DAN TIDAK MEMBERIKAN JULUKAN-JULUKAN YANG JELEK KEPADANYA


Anak juga termasuk keturunan Nabi Adam ‘alaihissalam. Dia adalah manusia yang memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi dan tidak diperlakukan seperti hewan yang hina. Dia harus dihormati dan dihargai. Oleh karena itu, tidak dibenarkan untuk memberikan julukan-julukan atau panggilan-panggilan jelek kepadanya, seperti ucapan ‘anjing’, ‘babi’, ‘goblok’ dan sejenisnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

﴿ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا ﴾  [الإسراء  :233]


 

Artinya: “Dan kami telah memuliakan anak keturunan Adam, memberikan tunggangan kepada mereka di darat dan di laut, memberi rezki kepada mereka dari yang baik-baik dan mengutamakan mereka dari banyak makhluk  yang telah kami ciptakan dengan suatu keutamaan.” (QS Al-sra’ : 70)

  1. MEMPERHATIKAN PERKEMBANGAN MENTAL-SPRITUALNYA, MELATIH DAN MENGARAHKANNYA KEPADA  APA YANG COCOK UNTUKNYA KELAK


Orang tua wajib memperhatikan perkembangan mental-spritual sang anak. Sang Anak  harus terus diawasi, jangan sampai dia terjerumus ke hal-hak yang merusak moral dan dirinya.

Dengan berjalannya waktu, pikiran anak akan semakin berkembang dan semakin banyak yang ingin diketahuinya. Merupakan kewajiban orang tua menjelaskan kepada sang anak sesuai kapasitas ilmu yang mereka miliki dan tahapan hidup yang mereka jalani.

Terkadang anak yang berumur  5-6 tahun sudah mulai bertanya terutama kepada sang Ibu, “Ummi darimana saya dilahirkan?” maka jawabannya, “Dari perut?”. Akan tetapi untuk anak yang sudah berumur mendekati usia baligh, maka jawabannya tentu tidak bisa seperti itu. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui bagaimana jawaban yang cocok untuk di setiap tahapan kehidupan sang anak.

Anak-anak memiliki potensi diri yang berbeda antara satu dengan yang lain. Di antara mereka ada yang memiliki kecondongan terhadap ilmu, ada juga yang memiliki kecondongan untuk aktif bekerja, berdagang atau terampil pada suatu bidang keterampilan, ada juga yang memiliki kecondongan untuk menjadi penegak hukum, penjaga keamanan dan semisalnya dan ada juga yang memiliki kecondongan yang lain.

Anak yang mudah menghapal dan baik pemahamannya, maka sebaiknya diarahkan untuk belajar ilmu agama, karena ini adalah sebaik-baiknya bentuk pendidikan terhadap anak. Akan tetapi, jika tidak demikian maka tidak sepantasnya orang tuanya memaksanya untuk belajar ilmu agama, karena ini tidak sesuai dengan potensi diri yang Allah telah berikan kepadanya. Jika anak dipaksa untuk menekuni sesuatu yang tidak dia senangi maka hasilnya tidak akan bisa maksimal.

Yang perlu penulis ingatkan, ketika orang tua mengarahkan sang Anak ke hal-hal yang sesuai untuk mengembangkan potensi diri yang dia miliki, jangan sampai dia mengarahkannya kepada sesuatu yang untuk memperolehnya harus melanggar hukum-hukum Allah atau terjatuh ke dalam kemaksiatan[11]

 

 

 

  1. BERLAKU ADIL  TERHADAP SEMUA ANAK-ANAK


Orang tua wajib berlaku adil terhadap  semua anaknya. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Suatu hari An-Nu’man bin Basyir berkata di atas mimbar, “Ayahku telah memberikanku hadiah.” Kemudian ‘Amrah binti Rahawah (Ibunya) berkata, “Saya tidak rida sampai engkau meminta Rasulullah untuk menjadi saksi.” Kemudian Ayah An-Nu’man pun mendatangi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata kepadanya, “Saya telah memberi hadiah kepada anakku dari istriku yang bernama ‘Amrah binti Rawahah. Dia menyuruhku untuk memintamu, Ya Rasulullah, sebagai saksi pemberian ini.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Apakah engkau memberikan hadiah kepada semua anakmu seperti itu juga?” Ayahnya pun berkata, “Tidak.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takutlah kalian kepada Allah! Berbuat adillah terhadap semua anakmu.” Kemudian ayahnya pun kembali dan mengambil kembali hadiahnya.[12]

  1. MELATIHNYA UNTUK RAJIN DAN TIDAK MALAS


Anak juga memiliki hak untuk dididik agar rajin dan tidak malas. Mendidik anak untuk itu harus dilakukan sejak dia kecil. Yang pertama kali dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan anak cara beribadah. Sebagai contoh adalah ibadah shalat.

Dari kecil, sang Ibu membiasakan anaknya untuk shalat di sampingnya, sehingga sang anak dapat mempelajari gerakan-gerakan shalat dan mengetahui waktu-waktunya. Jika telah menjadi kebiasaan maka nantinya sangat mudah untuk mengingatkan sang anak untuk shalat.

Ketika sudah mencapai umur tujuh tahun, anak laki-laki harus dibiasakan untuk shalat lima waktu di masjid, sehingga nantinya ketika dia balig maka sudah menjadi kebiasaannya untuk shalat di masjid. Jika anak belum mencapai umur tujuh tahun maka tidak mengapa dibawa ke masjid dengan syarat dia tidak mengganggu orang-orang, tidak membuat kotor dan dapat menjaga kehormatan masjid.

Anak juga harus dibiasakan untuk bangun malam untuk shalat malam atau menanti waktu subuh. Jika terbiasa di waktu kecil, maka akan sangat mudah dilakukan di waktu besarnya nanti.

Selain ibadah, sang anak juga harus dididik untuk bisa memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan kegiatan yang positif. Jangan sampai dia melalaikannya dengan bermalas-malasan atau mengisinya dengan bermain yang tidak mendidik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَ ثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ ))


Artinya: “Ada dua kenikmatan yang banyak orang merugi di dalamnya, yaitu: kesehatan dan waktu luang.”[13]

Ibnul-Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya kemalasan dan tidak ada kerjaan memiliki akibat-akibat yang jelek dan penyesalan. Sebaliknya kerja keras dan kelelahan memiliki akibat-akibat yang terpuji, baik di dunia, di akhirat atau di dunia dan akhirat. Orang yang paling santai adalah orang yang paling lelah nantinya. Sedangkan orang yang paling lelah adalah orang yang paling santai nantinya. Kebahagiaan di dunia dan akhirat tidak bisa dicapai kecuali dengan ‘jembatan’ kelelahan.”[14]

[1] HR Abu Dawud no.1692, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Shahih Abi Dawud no. 1485

[2] HR Muslim no. 2310

[3] HR Abu Dawud no. 495, di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albani di Shahih Abi Dawud no. 509

[4] HR Al-Bukhari no. 3280 dan Muslim no. 5250

[5] Beliau adalah imam di Masjid Nabawi dan hakim di Mahkamah Syariah di Madinah.

[6] HR Al-Bukhari no. 3499 dan Muslim no. 187

[7] Khuthuwat ila As-Sa’adah hal. 141

[8] (لكاع) Laka’ : panggilan untuk hasan bin ‘Ali yang berarti anak yang kecil yang kurus.

[9] HR Al-Bukhari no. 5434.

[10] HR Abu Dawud no. 5004, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Ghayatul-Maram no. 447.

[11] Lihat Tuhfatul-Maudud milik Ibnul-Qayyim hal. 243-244. Penerbit Maktabah Daril-bayan: Bairut

[12] HR Al-Bukhari no. 2587 dan Muslim no. 4185. Lafaz hadis ini miliki Al-Bukhari.

[13] HR Al-Bukhari no. 6412

[14] Tuhfatul-Maudud milik Ibnul-Qayyim hal. 241, Penerbit Maktabah Daril-bayan: Bairut.

 

 

  1. MELATIHNYA UNTUK DAPAT MENGGUNAKAN HARTANYA DENGAN BAIK DAN SESUAI KEBUTUHAN SERTA MEMBIASAKANNYA UNTUK MENABUNG DAN TIDAK BOROS


Orang tua harus memperhatikan hal ini dengan seksama, karena harta adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Pelatihan ini tidak hanya dikhususkan bagi mereka yang kaya saja, orang miskin pun harus melatih anaknya untuk hal itu. Betapa banyak anak yang dulunya miskin, kemudian ketika besar dan menjadi kaya, maka mereka menghambur-hamburkan uangnya. Sedangkan kita semua tahu bahwa menghambur-hamburkan uang dilarang dalam agama Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

( إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ (


Artinya: ” Sesungguhnya Allah membenci kalian disebabkan tiga hal: ‘katanya-katanya'(gosip), menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.”[1]

Di antara bentuk kesalahan dalam mendidik anak adalah memberikan segala sesuatu yang anak minta tanpa memperhatikan manfaat dan tujuan yang diminta. Tanpa disadari, hal ini akan mengajarkan anak untuk boros dan tidak dapat menggunakan hartanya dengan baik dan benar.

Anak juga harus dibiasakan untuk menabung. Anak juga harus diberi penjelasan tentang pentingnya menabung untuk masa depan. Dengan demikian anak dapat menjaga dan memanfaatkan hartanya di masa depan insya Allah.

  1. MEMBERIKAN SEMANGAT KEPADANYA UNTUK DAPAT HIDUP MANDIRI, PERCAYA DIRI DAN TIDAK TERGANTUNG DENGAN ORANG LAIN KETIKA BERANJAK DEWASA


Banyak sekali orang tua yang melalaikan hal-hal ini. Mereka tidak mendidik anaknya untuk dapat hidup mandiri. Sebagai contoh yang banyak kita lihat adalah ketergantungan anak-anak yang telah lulus Sekolah Menengah Atas atau setingkatnya kepada kedua orang tuanya. Padahal untuk anak seumur itu pada zaman dahulu, merupakan suatu aib jika sang anak tidak bisa menghidupi dirinya sendiri atau tidak bisa membantu orang tuanya.

Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berjalan melewati ‘Abdullah bin Ja’farradhiallahu ‘anhu, pada waktu itu orang tuanya sudah meninggal dan dia masih anak-anak, dia sedang berjualan bersama anak-anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendoakannya, “Allahumma barik lahu fi bai’ihi!  (Ya Allah! Berkahilah dia dengan jualannya.)”[2]

Cobalah kita perhatikan bagaimana para shahabat mendidik anak mereka untuk tidak tergantung dengan orang lain, padahal umurnya masih kecil.

Anak-anak juga harus dilatih untuk memiliki kepercayaan diri. Kepercayaan diri itu sangat penting untuk pengembangan dirinya dan pemberian manfaat kepada orang lain. Anak yang tidak memiliki kepercayaan diri maka akan tampak selalu terbelakang, berbeda dengan yang memiliki kepercayaan diri. Sebagai contoh yang banyak kita lihat di masyarakat adalah ketidakberanian berbicara di depan umum dan menyampaikan ide. Sangat sedikit prosentasi orang yang berani berbicara di depan umum bila dibandingkan dengan yang tidak berani.

Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus ‘Ali bin Abi Thalib ke yaman untuk menjadi hakim atas pertikaian yang terjadi di sana. ‘Ali pun berkata, “Ya Rasulullah! Engkau mengutusku ke kaum yang mereka lebih tua dariku untuk menjadi hakim di antara mereka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Pergilah sesungguhnya Allah akan mengokohkan lidahmu dan memberi petunjuk kepada hatimu.”[3]

 

  1. MENGAJARKAN KEPADANYA TENTANG PENTINGNYA BERDAKWAH DAN MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN


Di dalam surat Al-‘Ashr Allah menyebutkan bahwa semua manusia dalam kerugian kecuali empat jenis manusia, yaitu: Orang-orang yang beriman, orang-orang yang beramal soleh, orang-orang yang saling menasihati dengan kebenaran dan orang-orang yang saling menasihati dengan kesabaran. Oleh karena itu, orang tua  harus mengajarkan kepada anaknya tentang pentingnya berdakwah dan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain agar mereka tidak menjadi orang yag merugi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ))


Artinya: “Orang yang paling dicintai  oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”[4]

Allah subhanu wa ta’ala menceritakan perkataan Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam,

﴿ وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ ﴾ [ مريم : 31 ]

Artinya: “Dan Dialah (Allah) yang telah menjadikan saya mubarak (penuh dengan keberkahan) di mana pun saya berada.” (QS Maryam : 31)

Di antara tafsiran ayat ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsirnya adalah “menjadi mubarak yaitu dengan ber-amr bil-ma’ruf wa nahi ‘anil-munkar  (Menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran).”

Tentu orang tua sangat senang apabila anaknya menjadi mubarak (penuh dengan keberkahan) dengan menyebarkan kebaikannya kepada orang-orang lain.

  1. MENASIHATINYA UNTUK SELALU TABAH DAN SABAR DALAM MENGHADAPI SEMUA UJIAN


Menasihati anak untuk selalu tabah dan sabar hendaklah dilakukah sejak anak masih kecil. Dengan demikian, setelah beranjak dewasa dan menghadapi banyak ujian dia dapat selalu tabah dan sabar.

Coba kita perhatikan bagaimana Luqman Al-Hakim menasihati anaknya untuk bersabar dan hal ini diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

﴿ يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُور  ﴾ [ لقمان : 17 ]

Artinya: “Wahai anakku! Dirikanlah shalat, beramar makruf nahi mungkarlah dan sabarlah atas apa yang menimpamu. Sesungguhnya itu adalah hal-hal yang harus diperhatikan (diwajibkan oleh Allah).” (QS Luqman : 17)

 

  1. MENJAGA KESUCIAN DIRINYA DENGAN MENIKAHKANNYA JIKA TELAH DIRASA BUTUH DAN MAMPU UNTUK ITU


Anak-anak yang telah beranjak dewasa –di zaman sekarang ini- dihadapkan dengan berbagai fitnah, terutama fitnah wanita. Sangat sedikit dari mereka yang bisa selamat dari fitnah ini. Kalau pun bisa selamat dari fitnah zina, maka dia tidak bisa mengelak dari fitnah zina mata dan hati. Tidak sepantasnya orang tua membiarkan anaknya selalu dalam keadaan berdosa.

Biasanya orang tua-orang tua terlalu terpaku dengan pandangan masyarakat yang mengharuskan sang anak belajar sampai tingkatan yang tinggi atau sampai dia bekerja dan memiliki penghasilan yang mapan, sehingga kita dapatkan di zaman sekarang ini banyak pemuda-pemudi yang belum menikah padahal umur mereka sudah sangat layak untuk menikah.

Kalau  kita lihat pandangan masyarakat itu, maka sebagian besar kekhawatiran orang tua-orang tua adalah yang sifatnya duniawi saja. Sangat sedikit dari mereka yang memperhatikan masalah ukhrawi sang anak. Apakah mereka tidak beriman bahwasanya Allah-lah yang mengatur rezki setiap orang?

Kalaulah benar sang orang tua ingin “mengamankan” anaknya dari terus-menerus berlaku dosa, maka sudah sepantasnya dia tidak menghalang-halangi anaknya untuk menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Justru seharusnya dia mendukungnya.

Ibnu Qudamah berkata, “Seorang bapak wajib menjaga kesucian anaknya jika anaknya telah membutuhkannya. Pendapat ini adalah yang zahir di mazhab Syafii…”[5]

Demikianlah beberapa hak-hak anak dalam Islam yang penulis sebutkan di dalam tulisan ini. Mudah-mudahan poin-poin di atas bisa mewakili hak-hak anak lain yang belum penulis sebutkan.

Dengan melihat poin-poin tersebut, maka kita bisa melihat keindahan-keindahan Islam dalam mengatur hubungan antara orang tua dan anaknya. Islam sudah lengkap dan sempurna. Hanya saja, banyak di antara kaum muslimin yang tidak mau mempelajari agama Islam, sehingga mereka mengambil pedoman-pedoman dari agama lain atau dari penelitian-penelitian baru dalam mendidik anak, yang mana pedoman-pedoman itu masih perlu “disaring”, apakah sesuai dengan syariat Islam apakah tidak.

Demikian. Mudahan bermanfaat untuk semua. Amin.

[1] HR Al-Bukhari no. 1477 dan Muslim no. 4485

[2] HR Abu Ya’la di Musnad-nya no. 1467 dan Ath-Thabrani , Al-Hafidzh Al-Haitsami mengatakan, “Rijal keduanya tsiqat.” (Majma’ Az-Zawaid jilid IX hal. 466)

[3] HR Ahmad di Musnad-nya no. 666. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Isnadnya shahih, rijalnya tsiqat dan rijal Syaikhain selain Haritsah bin Mudharrib.” (Al-Musnad, Penerbit Muassasah Ar-Risalah: Bairut)

[4] HR Ath-Thabrani di Al-Mu’jam Al-Ausath jilid VI hal. 139 dan Al-Mu’jam Ash-Shaghir jilid II hal. 106 no. 861. Hadis ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albani di Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 906 dan no. 426, dan di Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2623.

[5] Al-Mughni milik Ibnu Al-Qudamah jilid IX hal. 258, penerbit Darul-fikar: Bairut.

 

Sumber: http://kajiansaid.wordpress.com

 
Back To Top