Pusat Informasi Ruqyah di Lampung

Follow by Email

SIHIR PENGHIJAB PESAING BISNIS



Dalam mencari uang ataupun pnghasilan banyak dari manusia yang melakukan tindakan-tindakan terceela. hal ini karena tidak yakin nya manusia terhadap jaminan rizki dari Allah.


Oleh Muhammad Zunaidi

beberapa pekan lalu ada seorang yang mengadukan masalahnya kepada saya.
Ceritanya bapak ini membuka usaha mie ayam di depan sebuah kantor bank BRI yang cukup ramai, posisinya sangat dekat dengan kantor bank yang seringkali di lalui orang tersebut, sementara di seberang jalan ada juga orang yang juga berjualan mie ayam (kebetulan orang china ) anehnya selama 3 pekan hanya ada 3 orang yang singgah di warung mie ayamnya, sementara anehnya di warung mie ayam seberang jalan tampak sangat ramai.

Wallohu a’lam, hanya Alloh yang mengetahui kebenaranya namun saya berfirasat ada yang tidak beres dalam masalah ini. maka kemudian saya membacakan surat alfatihah, ayat kursy dan alikhlas, alfalaq, annas serta ayat penelan sihir, saya bacakan berulang sambil berdo’a :

ya Alloh jika ada bangsa Jin yang bekerjasama dengan manusia untuk menutup warung saudara seiman saya ini maka hancurkanlah dengan ayat-ayat yang saya baca ini lalu saya isyaratkan dengan tiupan kearah sekeliling warung mie ayam.

SUBHANALLOH,pertolongan itu datangnya hanya dari Alloh.besoknya dan seterusnya sampai saat ini warung mie ayam bapak ini menjadi ramai.
sempat beberapakali sepi lagi dan saya ajarkan untuk melakukan sendiri kemudian ramai lagi, alhamdulillah. jadi untuk pelarisan ga usah pakai yang aneh2, cukuplah meminta pertolongan kepada Alloh.
Tim lampung ruqyah center

0823 1168 5474
BEBERAPA INDIKASI GANGGUAN SIHIR MELALUI MIMPI

BEBERAPA INDIKASI GANGGUAN SIHIR MELALUI MIMPI

1.Melihat seakan dirinya berdiri di atas kuburan : jenis media sihir dari tanah yg biasanya ditaburkan di tempat yg selalu dilangkahi

2.Melihat mayat/tengkorak/bangkai : buhul dikubur di dalam tanah, maka perhatikan betul area sekitarnya utk mendeteksi tepatnya letak buhul tsb disembunyikan..

3.Tenggelam di laut : jenis sihir air yg sudah dibacakan mantra dan terminum, maka pusat gangguan ada di lambung

4.Mimpi melihat seakan dirinya bertelanjang kaki : media sihir dari air yg dilangkahi atau terinjak.

5.Mimpi seakan berada di tempat yg tinggi, puncak gunung, puncak pohon, atau bahkan terbang : maka media sihir diikatkan di atap-atap rumah, pohon, ataupun tiang yg tinggi supaya tertiup oleh angin... seringnya pusat gangguan ada di dada

6.Mimpi melihat kabut atau asap : sihir dilakukan melalui metode nujum/perbintangan inilah sihir2 yg diwariskan oleh bangsa Kildan, gejala sihir ini terjadwal, ada yg harian, mingguan, bulanan, atau tahunan 7.Dsb...

Penyakit yang muncul akibat sihir biasanya tidak bisa dideteksi secara medis, tanpa sebab yang jelas seseorang merasa sakit diseluruh tubuhnya. Di periksa secara medis tidak ditemukan adanya kelainan, semua berjalan normal. Dari badan atau anggota tubuh  sisakit muncul benda aneh, seperti paku, silet, potongan logam, rambut dan lain sebagainya. Ada pula sihir yang digunakan untuk mempengaruhi perasaan seseorang untuk mencintai lawan jenis (pelet). Ada pula yang digunakan untuk menghancurkan usaha atau perdagangan dari lawan bisnisnya.

Rasulullah menganjurkan kita membiasakan membaca surat Al Ikhlas , Al Falaq dan An Nas sebanyak banyak nya untuk membentengi diri dari kejahatan sihir yang dilakukan oleh orang yang dengki dan berhati jahat. Allah menjamin orang yang beriman dan bertawakal pada Allah tidak bisa dikuasai oleh kejahatan syetan dan sihir yang dijalankannya, seperti disebutkan dalam surat An Nahl ayat 99.

99- Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. (An Nahl 99)

Orang yang rajin beribadah, mendekatkan diri pada Allah , selalu berlindung padaNya dari kejahatan sekalian mahluknya tidak  bisa diserang oleh berbagai ilmu sihir dan kejahatan yang dilakukan syetan dan balatentaranya. Syetan hanya bisa menyerang dan menguasai orang yang mengambilnya sebagai pemimpin dan menjadikan syetan sebagai sekutu Allah. Sebagaimana disebutkan dalam surat An Nahl ayat 100:

100- Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.(An Nahl 100)

Bentengi diri dengan iman dan keyakinan yang teguh pada Allah, perbanyak ibadah sunah seperti sholat tahajud, infak, sedekah, membaca Qur’an, dzikir mengingat Allah, insya Allah syetan tidak akan mampu mencelakai kita . Mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati penyakit yang telah menguasai tubuh. Demikian pula mencegah masuknya serangan dan pengaruh syetan dan iblis kedalam tubuh lebih baik daripada usaha mengobati penyakit sihir, santet dan teluh yang diabawa iblis dan telah bersarang didalam tubuh kita.

INDIKASI GANGGUAN MASSUL 'ADAWAH/INTIQOM (PERMUSUHAN DAN DENDAM)MELALUI MIMPI


Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474


Orang yang mengalami Gangguan, biasanya memiliki tanda atau indikasi-indikasi yang tidak wajar baik saat sadar dan tidur. berikut adalah indikasi yang bisa terjadi di saat tidur melalui mimpi.

Orang yg diganggu karena massul 'adawah/intiqom (permusuhan dan dendam) :

1.Bermimpi seakan-akan jatuh dari tempat yg sangat tinggi

2.Melihat fenomena yg mencemaskan (spt diancam orang, dikejar hewan buas,dsb)

3.Melihat seakan ada hewan yg menerkam,mengusik, atau menggigitnya... jika digigit maka perhatikan area mana yg digigit, maka disitulah letak gangguannya.

4.Melihat seakan-akan dirinya di kamar mandi dan sulit menemukan air utk berthoharoh : menunjukkan jin berusaha menghalangi korbannya dari kesuksesan, entah di karir atau jodoh..
INDIKASI GANGGUAN MASSUL 'ISYQ (ASMARA BANGSA JIN) MELALUI MIMPI

INDIKASI GANGGUAN MASSUL 'ISYQ (ASMARA BANGSA JIN) MELALUI MIMPI

INDIKASI GANGGUAN MASSUL 'ISYQ (ASMARA BANGSA JIN) MELALUI MIMPI

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Di akhir zaman ketika kiamat semakin mendekat, mimpi seorang muslim hampir tidak ada dustanya. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian sebagaimana yg disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka sungguh mimpi seorang Muslim yg didzalimi oleh setan akan sangat berkaitan erat dengan jenis gangguan yang menimpanya, dan berkaitan pula dengan pemetaan markaz pusat persembunyian mereka di dalam tubuh manusia atau bahkan di luar tubuh manusia... Untuk membedakan antara jenis sihir atau gangguan jin biasa bisa dilihat dari apa yg dilihat pasien di alam mimpinya,

Beberapa indikasi gangguan massul 'isyq (asmara bangsa jin) yang dapat kita deteksi melalui mimpi.

Contoh : ~Orang yg diganggu karena massul 'isyq (asmara bangsa jin) :

1.Korban akan melihat di alam mimpinya seakan ada wanita/pria yg menciumnya, memeluknya, bahkan yg lebih dari itu hingga mengajaknya berjima'...

2.Melihat ular bermahkota : jin yg cinta karena terundang dari amalan bid'ah atau berpusat dari pusaka leluhur

3.Ular hitam besar : tempat persembunyian dan titik pusat ada di tulang ekor, suka menimbulkan dampak gatal di tubuh, dan membuat nafsu syahwat tinggi

4.Melihat anjing yg bermain-main dengannya : tanda jin ifrit menyukainya, sebabnya karena sering lalai dan menuruti hawa nafsu, cenderung ngeyelan dan ngga mau nerima nasehat,

5.Melihat seakan berada di sungai : tanda jin yg terwarisi secara turun temurun, lambung dan pencernaan yg menjadi organ inti untuk diganggu,

6.Melihat bayi dan menggendongnya : anak jin yg sudah beranak pinak di keluarganya, pusat gangguan di rahim bagi perempuan.. 7.Dsb...

Tanda-tanda di atas merupakan sebagian indikasi yang sebaiknya bisa menjadikan kita lebih waspada. Semoga kita bisa jauh dari sifat suudhon dan senantiasa melazimi zikir kepada Allah ta’alaa…

TIPS MEMBUAT RUMAH MENJADI TEMPAT YANG BERKAH DENGAN ALQURAN

Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

TIPS MEMBUAT RUMAH MENJADI TEMPAT YANG BERKAH DENGAN ALQURAN

Berkah merupakan suatu kebaikan yang berlimpah, yang diberikan Allah kepada siapapun yang Dia kehendaki. Hal ini dapat kita rasakan karena Allah lah sang maha pemberi lagi maha pembagi. Rumah yang megah dapat dirancang dan dibangun namun kenyamanan dan ketentraman dalam rumah bisa dimiliki oleh siapapun bukan hanya orang yang berumah mewah. Rumah berdinding susunan papan dengan alas ubin semen biasa dapat menjadikan sebuah keluarga tentram penuh berkah dengan lantunan ayat suci Alquran yang dibaca terbata oleh anak pasangan ayah dan ibu di rumah itu. Begitulah Allah, sang maha pemberi lagi maha pembagi.

Keberkahan dapat dirasakan manfaatnya, walau sekecil apapun nilainya, tetap dapat dirasa cukup dan membahagiakan. Seperti contoh dari segi makanan. Rasulullah SAW pernah berkata:

makanan untuk satu orang, cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang, cukup untuk dua atau tiga orang dan makanan untuk 3 orang, cukup untuk 4 atau 5 orang.”

Rasulullah berpesan bahwa: “Berjamaahlah kalian dalam menyantap makanan dan sebutlah nama Allah didalamnya, maka Allah akan melimpahkan keberkahan.”

Maasyaa Allah. Begitupun makanan yang kita makan. Jika hanya makanan kaya nutrisi saja yang bias menjadikan tubuh manusia tumbuh dan berkembang, mungkin anak-anak yang kurang mampu tidak akan dapat bertahan dalam kehidupan karena makan yang mereka makan seadanya. Begitulah Allah sang maha pemberi lagi yang membagi. Banyak juga kita dapati orang yang berilmu tumbuh dari keterbatasan makanan.

Adapun tips-tips dalam menjadikan rumah penuh dengan keberkahan dan kebaikan dari Allah SWT diantaranya yaitu:

  1. Mengucap salam dan berdoa ketika masuk dan keluar rumah

Selalu mengucapkan salam ketika masuk kedalam rumah dan berdoa ketika keluar dari rumah. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa: ‘’Jika kamu hendak masuk rumah, maka sebaiknya kamu ucapkan salam, karena hal itu akan membawa keberkahan bagimu dan keluargamu.’’ (HR. At-Tirmidzi)

Doa keluar dari rumah:

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku bertawakkal hanya kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah“.

  1. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an ketika di dalam rumah

Rumah yang penuh berkah merupakan rumah yang didalamnya berisikan orang-orang yang taat kepada Allah, yang senantiasa menjaga hari-harinya dengan ayat-ayat Allah dan berinteraksi dengan Al-Qur’an serta selalu melibatkan Allah dalam setiap keadaan, sehingga Allah mengutus MalaikatNya untuk memberikan nur atau cahaya didalam rumah itu dan membuat para penghuninya merasa aman, tentram, bahagia, dan betah di rumah. Rasulullah bersabda:

Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan memberikan syafaat (pembelaan) pada hari kiamat“.

Perbanyaklah membaca Al-Qur’an di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tidak ada orang yang membaca Al-Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah“.

  1. Di uasahakan tidak ada patung maupun lukisan atau foto yang dipajang di rumah.

  2. Biasakan untuk tidak menghidupkan televisi, radio, musik, mainan, gadget, dan lain-lain saat waktu-waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah.

  3. Membaca ayat-ayat terakhir dari surat Al-Baqarah

Rasulullah bersabda:

Artinya: “Bacalah surat Al Baqarah di rumah-rumah kalian karena setan tidak akan masuk ke dalam rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya. “(HR. Al Hakim).

Artinya: “Dan sesungguhnya Allah turunkan darinya dua ayat penutup surat Al Baqarah. Tidaklah dua ayat tersebut dibaca didalam rumah selama tiga malam berturut-turut lalu setan mendekatinya (setan tidak akan mendekati rumah yang dibacakan dua ayat terakhir Surat Al Baqarah selama tiga malam)”. (HR. Imam Ahmad).

  1. Menjadikan rumah tempat berdzikir kepada Allah SWT

Dengan berdzikir atau mengingat Allah, Insyaa_Allah keberkahan Allah akan turun pada keluarga kita. Allah akan memberkahi rumah kita, karena rumah kita selalu dijadikan tempat untuk berdzikir. Sebagai hamba Allah seharusnya kita selalu tahu diri bahwa kita ini bukan apa-apa, kita tidak bisa sendiri tanpa bantuan Allah dalam segala hal. Oleh karenanya, berdzikirlah, dekatilah Allah Sang Maha Pemberi.

Dari Abu Dzar berkata, “Demi Ayah dan Ibuku, berilah Aku wasiat Ya Rasulullah!” Rasulullah menjawab, “Aku berwasiat kepadamu agar bertaqwa kepada Allah, karena Dia merupakan pangkal segala urusan.” Abu Dzar berkata, “Tambahlah ya Rasulullah!” Jawab beliau, “Hendaklah kamu membaca Al-Qur’an dan banyak mengingat Allah, karena itu akan membuatmu disebut-sebut di langit.” (Shahih Ibnu Hibban dalam syarah Hadits Arba’in).

Rasulullah bersabda:

Perumpamaan rumah yang dijadikan sebagai tempat mengingat Allah dan rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat mengingat Allah adalah bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dan mati.” (HR. Muslim).

Oleh karenanya, biasakanlah berdzikir didalam rumah, bisa dilakukan sehabis sholat, atau dilakukan bersama-sama dengan keluarga, sambil duduk, sebelum tidur atau kapanpun ada waktu, gunakanlah untuk berdzikir sesering mungkin.

  1. Para penghuninya selalu patuh dan taat dalam melaksanakan perintah Allah SWT

Membentuk para penghuni rumahnya agar selalu berkepribadian yang islami, menghidupkan suasana didalam rumah secara Islami, menanamkan nilai-nilai keislaman didalam rumah, mengkokohkan keimanan, menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an, dan selalu menghidupkan sunnah-sunnah Rasul didalam rumahnya. Insyaa_Allah, keberkahan dari Allah akan datang didalam rumah itu.

Allah berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim: 6).

  1. Jadikan rumah sebagai tempat beribadah

Allah berfirman yang artinya: “Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu sebagai tempat ibadah dan  laksanakanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang mukmin“. (QS. Yunus: 87)

Oleh karena itu, dirikanlah sholat didalam rumah bersama keluarga tercinta. Karena rumah yang dijadikan tempat untuk beribadah dan bersujud kepada Allah akan diberikan sinar dan cahaya didalam rumah tersebut.



  1. Meruqyah rumah dengan ruqyah syar iyyah apabila dirasakan ada gangguan yang tidak wajar dirumah. Teknisnya dapat dibaca pada artikel
    CARA MEMBUAT RUMAH NYAMAN DENGAN RUQYAH SYARIAH RUMAH
  2. Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
    Perumnas BKP Blok J No 51
    Reservasi ke HP/WA: 082311685474

CARA MERUQYAH TEMPAT USAHA DENGAN RUQYAH SYARIYYAH



Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

CARA MERUQYAH TEMPAT USAHA DENGAN RUQYAH SYARIYYAH

Dalil-Dalil Meruqyah Tempat

Syaikh Isma’il Zayn ditanya oleh seseorang: “Apa pendapatmu –semoga Allah senantiasa memuliakanmu- tentang perbuatan menjaga kebun dengan sihir, do’a atau anjing. Apakah semua itu diperbolehkan?”

Syaikh Isma’il menjawab:

مستمدّا من الله التوفيقَ للصوابِ: إنّ حماية البستان بالسحرِ لاتجوز قطعا لحرمة استعمال السحر مطلقا، وأما حمايتُهُ بالدعاء أو بالكلب فذلك جائز وقد وردت السنة بذلك فقد ورد في الشرع أدعيةٌ وأذكارٌ يقولها المسافرُ إذا نَزَلَ مَتْرِلا لِيَبِيْتَ فيه فيكون ذالك سَبَبا لحفْظِهِ في ذلك المكانِ من كل أفَةٍ أو عاهةٍ ومن شرّ الجنّ والإنسِ فاذا أتى الإنسانُ بتلك الأدعيةِ والأذكارِ أو بغيرِها مما هو مأثورٌ شرعا لقصدِ حفظِ بستانه أو غيرِهِ من مال أو أهلٍ أو ولد فإنّ ذلك جائزٌ بل سنةٌ وكذلك الحِرَاسَةُ للبستانِ بالكلبِ جائِزَةٌ ففي صحيح البخاري “الحديث. هذا هو الجواب، والله الموفق للصواب

Dengan meminta pertolongan Allâh untuk mendapat kebenaran... Adapun menjaga kebun dengan do’a dan anjing, hukumnya boleh. Dan keterangan hadits pun telah menjelaskan demikian. Sungguh banyak sekali keterangan syara’ yang menjelaskan tentang do’a-do’a dan zikir-zikir seorang musafir ketika menempati rumah dengan tujuan menginap. Do’a dan zikir tersebut menjadi penyebab (atas izin dan kehendak Allâh-pen.) terjaganya tempat tersebut dari segala malapetaka dan marabahaya dan juga dari kejahatan jin atau manusia. Ketika seseorang membaca do’a-do’a atau zikir-zikir tersebut, yaitu menurut apa yang dinukil dari syara’ dengan tujuan menjaga kebunnya, hartanya, kebunnya, anaknya atau lainnya, maka yang demikian itu diperbolehkan dan bahkan hukumnya sunnah…” (Hasyiyyah al-Jamal, hlm. 21, juz. V.)

Adapun sihir, maka jelas dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah secara qath’i (pasti, tegas) melarangnya, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.



Tata Cara Ruqyah Tempat Usaha

Lalu bagaimana praktik meruqyah tempat? Syaikh Wahid bin ‘Abdus-Salam Bali dalam kitab Wiqaayatul Insaan Min al-Jin wa asy-Syaythaan (beliau menukil kitab al-Waabil ash-Shayb) menuturkan:

١- تذهب أنت واثنان معك إلى هذا البيت وتقول: أناشدكم بالعهد الذي أخذه عليكم سليمان أن تخرجوا وترحلوا من بيتنا. أناشدكم الله أن تخرجوا ولا تؤذوا أحدًا – تكرر هذا ثلاثة أيام

٢- إذا استشعرت بعد ذلك بشيء في البيت تحضر ماءً في إناء وتقرب فاك منه وتقول – الأدعية الرقية ومنها سورة الصافات: ١-١٠

٣- ثم تتبع بهذا الماء جوانب الدار فتضع منه في كل جانب من جوانبها؛ فيخرجون بإذن الله تعالى

Yakni dengan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, sampaikan peringatan. Kata-kata memiliki pengaruh terhadap manusia, sebagaimana disampaikan Imam Ibnu Qayyim. Peringatan yang dimaksud bisa dengan kata-kata ini:

أَنْشُدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِيْ أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ أَنْ تَخْرُجُوْا وَتَرْحَلُوْا مِنْ بَيْتِنَا. أُنَا شِدُكُمُ اللهَ أَنْ تَخْرُجُوْا وَلاَ تُؤْذُوْا أَحَدًا

“Aku peringatkan kalian dengan sumpah yang pernah diucapkan Nabi Sulaiman kepada kalian; keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku sumpah kalian dengan nama Allâh; keluarlah kalian dan janganlah kalian menyakiti seorang pun.”

Hal ini berdasarkan kata-kata peringatan yang dicontohkan Rasûlullâh SAW ketika beliau mengusir syaithân golongan jin yang menyerupai ular rumah. Rasûlullâh SAW bersabda:

إِنَّ لِهَذِهِ الْبُيُوتِ عَوَامِرَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْهَا فَحَرِّجُوا عَلَيْهَا ثَلَاثًا فَإِنْ ذَهَبَ وَإِلَّا فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّهُ كَافِرٌ

Sesungguhnya di dalam rumah-rumah ada sekelompok jin, jika kalian melihat sesuatu dari mereka maka persempitlah untuknya tiga hari jika ia bersedia pergi, dan jika tidak maka bunuhlah karena sesungguhnya dia kafir.” (HR. Muslim)

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa bentuk ‘mempersempit’ dalam hadits tersebut: al-Qadhi berkata; Ibnu Hubaib telah meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:

أَنْشُدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِي أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَنْ لاَ تُؤْذُوْنَنَا وَ لاَ تَظْهَرَنَّ لَنَا

“Aku peringatkan kamu dengan janji yang telah diambil oleh Sulaiman bin Daud atas kalian, hendaklah kalian tidak menyakiti kami dan tidak menampakkan diri kepada kami. (Wiqâyatul Insân min al-Jin wa al-Syaithân, Syaikh Wahid ‘Abd al-Salam Bâli)

Kedua, bacakan do’a-do’a ruqyah syar’iyyah dan tiupkan pada air yang dicampur garam (sebagaimana keterangan hadits mengenai air yang dicampur garam:

بَيْنَا رَسُوْلُ الله ِ -صلى الله عليه وسلم -يُصَلِّيْ إِذْ سَجَدَ، فَلَدَغَتْهُ عَقْرَبٌ فِيْ أَصْبُعِهِ، فَانْصَرَفَ رَسُوْلُ اللهِ ِ-صلى الله عليه وسلم – وَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلعَقْرَبَ مَا تَدَعُ نَبِيًّا وَلاَ غَيْرَهُ. قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِإِنَاءٍ فِيْهِ مَاءٌ وَمِلْحٌ، فَجَعَلَ يَضَعَ مَوْضِعَ اللَّدَغَةِ فِيْ الْمَاءِ وَالْمِلْحِ، وَيَقْرَأُ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حَتَّى سَكَنَتْ

“Ketika Rasûlullâh -صلى الله عليه وسلم- sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allâh melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlâsh, al-Falaq dan al-Nâs, sampai beliau merasa tenang.” (HR. al-Baihaqi, hadits Hasan: Imam al-Haitsami رحمه الله menyatakan bahwa sanad hadîts tersebut hasan)

Imam ‘Abd al-Rauf al-Manawi menjelaskan: “Dalam riwayat itu Rasûlullâh telah memadukan antara obat yang bersifat alami dengan obat yang bersifat Ilahi. Sedangkan surat Ikhlâsh yang beliau baca, mengandung kesempurnaan tauhid, dari sisi pengetahuan dan keyakinan. Adapun surat al-Mu’awwidzatayn (al-Falaq dan al-Nâs) mengandung permohonan perlindungan dari segala hal yang tidak disukai, secara global dan terperinci. Dan garam yang beliau gunakan, merupakan materi yang sangat bermanfaat untuk menetralisir racun.”

Adapun tiupan dalam praktik ruqyah ini sebagaimana penjelasan Imam Ibn al-Atsir –rahimahullaah- yang berkata:

النَّفْثُ : شبيه بالنَّفخ وهو أقل من التَّفْل ، لأن التَّفْل لا يكون إلا ومعه شيءٌ من الرِّيِق

al-Naftsu yakni seperti dengan al-nafkhu yakni dibawah al-Taflu, karena al-Taflu tidak mengandung sesuatu kecuali air liur.” (Al-Nihaayah fii Ghariib al-Hadiits (5/87))

Ketiga, memercikkan air tersebut ke sudut-sudut tempat yang diruqyah. Syaikh Wahid bin ‘Abdus-Salam Bali menjelaskan: “Kemudian bawalah air tersebut ke seluruh penjuru (sudut-sudut) rumah, dan letakkanlah (dipercikkan) sebagiannya di setiap penjuru rumah, maka dengan izin Allâh mereka (syayâthîn) akan keluar. Lakukanlah cara pengobatan ini dengan niat ikhlas ketika membaca do’a tersebut dan memohon pertolongan kepada Rabb langit dan bumi.”

Bacaan yang Dibaca

Seluruh ayat al-Qur’an pada dasarnya boleh digunakan dalam ruqyah syar’iyyah, namun di antaranya yang direkomendasikan:

  • Al-Faatihah

  • Al-Baqarah: 1-5, 255-257, 3 ayat terakhir

  • Ash-Shaaffaat: 1-10

  • Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas

  • Dan do’a-do’a perlindungan, kesembuhan dari as-Sunnah. DO’a-do’a selengkapnya
Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

CARA MEMBUAT RUMAH NYAMAN DENGAN RUQYAH SYARIAH RUMAH


Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474

CARA MEMBUAT RUMAH NYAMAN DENGAN RUQYAH SYARIAH RUMAH

Dalil-Dalil Meruqyah Tempat

Ruqyah tempat Ini mencakup rumah, kamar pengantin, tempat usaha, dan lainnya. Tentang ruqyah, dalam kitab Fatawa al-Azhar, para ulama menjelaskan:

الرقى جمع رقية، وهى كلمات يقولها الناس لدفع شر أو رفعه ، أى يحصنون بها أنفسهم حتى لا يصيبهم مكروه ، أو يعالجون بها مريضا حتى يبرأ من مرضه.

“Al-Ruqa’ jamak dari ruqyah, merupakan kata-kata yang diucapkan manusia untuk menangkal keburukan atau menghilangkannya, yakni membentengi diri dari hal-hal yang dibenci dengannya, atau mengobati orang yang sakit hingga terbebas dari penyakitnya.”

Gambaran do’a, ruqyah sebagai perlindungan syar’i disebutkan dalam hadits shahih:

مَنْ قَرَأ عَشرَ آيات مِن سُورة البقرةِ في بَيت لم يَدْخُل ذلك البَيْتَ شَيْطَان تلك اللَيلةَ حتى يُصْبحَ أربَعَ آيات مِنْ أوَّلَها وآية الكُرسِي وآيتينِ بَعدَها وخوَاتِيمهَا

“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surat al-Baqarah dalam satu rumah, syaithân tidak akan masuk ke dalam rumah tersebut pada malam itu hingga datang waktu pagi, yaitu empat ayat pada awal surat ditambah ayat kursi dan dua ayat sesudahnya dilanjutkan dengan ayat di akhir surat.” (HR. Muslim & Ibn Hibbân dalam shahîh-nya)

Khaulah binti al-Hakim al-Salamiyyah r.a. berkata, ‘Aku mendengar Rasûlullâh –shallaLlaahu ‘alayhi wa sallam– bersabda:

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلا ثُمَّ قَالَ: أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، مَا يَضُرُّهُ شَيْء حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ.

“Barangsiapa singgah di suatu tempat lalu mengatakan: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari keburukan apa yang diciptakan-Nya”, maka ia tidak akan ditimpa oleh marabahaya apapun sampai ia pergi dari tempat singgahnya itu.” (HR. Muslim)

Imam al-Nawawi menjelaskan: “Yang dimaksud dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna adalah kata-kata yang tak mengandung kekurangan maupun cela, dan ada yang mengatakan, ‘Yang bermanfaat dan menyembuhkan,’ ada pula yang mengatakan maksudnya adalah al-Qur’ân.”

Syaikh Isma’il Zayn ditanya oleh seseorang: “Apa pendapatmu –semoga Allah senantiasa memuliakanmu- tentang perbuatan menjaga kebun dengan sihir, do’a atau anjing. Apakah semua itu diperbolehkan?”

Syaikh Isma’il menjawab:

مستمدّا من الله التوفيقَ للصوابِ: إنّ حماية البستان بالسحرِ لاتجوز قطعا لحرمة استعمال السحر مطلقا، وأما حمايتُهُ بالدعاء أو بالكلب فذلك جائز وقد وردت السنة بذلك فقد ورد في الشرع أدعيةٌ وأذكارٌ يقولها المسافرُ إذا نَزَلَ مَتْرِلا لِيَبِيْتَ فيه فيكون ذالك سَبَبا لحفْظِهِ في ذلك المكانِ من كل أفَةٍ أو عاهةٍ ومن شرّ الجنّ والإنسِ فاذا أتى الإنسانُ بتلك الأدعيةِ والأذكارِ أو بغيرِها مما هو مأثورٌ شرعا لقصدِ حفظِ بستانه أو غيرِهِ من مال أو أهلٍ أو ولد فإنّ ذلك جائزٌ بل سنةٌ وكذلك الحِرَاسَةُ للبستانِ بالكلبِ جائِزَةٌ ففي صحيح البخاري “الحديث. هذا هو الجواب، والله الموفق للصواب

Dengan meminta pertolongan Allâh untuk mendapat kebenaran... Adapun menjaga kebun dengan do’a dan anjing, hukumnya boleh. Dan keterangan hadits pun telah menjelaskan demikian. Sungguh banyak sekali keterangan syara’ yang menjelaskan tentang do’a-do’a dan zikir-zikir seorang musafir ketika menempati rumah dengan tujuan menginap. Do’a dan zikir tersebut menjadi penyebab (atas izin dan kehendak Allâh-pen.) terjaganya tempat tersebut dari segala malapetaka dan marabahaya dan juga dari kejahatan jin atau manusia. Ketika seseorang membaca do’a-do’a atau zikir-zikir tersebut, yaitu menurut apa yang dinukil dari syara’ dengan tujuan menjaga kebunnya, hartanya, kebunnya, anaknya atau lainnya, maka yang demikian itu diperbolehkan dan bahkan hukumnya sunnah…” (Hasyiyyah al-Jamal, hlm. 21, juz. V.)

Adapun sihir, maka jelas dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah secara qath’i (pasti, tegas) melarangnya, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.



Tata Cara atau Praktik Ruqyah Tempat

Lalu bagaimana praktik meruqyah tempat? Syaikh Wahid bin ‘Abdus-Salam Bali dalam kitab Wiqaayatul Insaan Min al-Jin wa asy-Syaythaan (beliau menukil kitab al-Waabil ash-Shayb) menuturkan:

١- تذهب أنت واثنان معك إلى هذا البيت وتقول: أناشدكم بالعهد الذي أخذه عليكم سليمان أن تخرجوا وترحلوا من بيتنا. أناشدكم الله أن تخرجوا ولا تؤذوا أحدًا – تكرر هذا ثلاثة أيام

٢- إذا استشعرت بعد ذلك بشيء في البيت تحضر ماءً في إناء وتقرب فاك منه وتقول – الأدعية الرقية ومنها سورة الصافات: ١-١٠

٣- ثم تتبع بهذا الماء جوانب الدار فتضع منه في كل جانب من جوانبها؛ فيخرجون بإذن الله تعالى

Yakni dengan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, sampaikan peringatan. Kata-kata memiliki pengaruh terhadap manusia, sebagaimana disampaikan Imam Ibnu Qayyim. Peringatan yang dimaksud bisa dengan kata-kata ini:

أَنْشُدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِيْ أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ أَنْ تَخْرُجُوْا وَتَرْحَلُوْا مِنْ بَيْتِنَا. أُنَا شِدُكُمُ اللهَ أَنْ تَخْرُجُوْا وَلاَ تُؤْذُوْا أَحَدًا

“Aku peringatkan kalian dengan sumpah yang pernah diucapkan Nabi Sulaiman kepada kalian; keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku sumpah kalian dengan nama Allâh; keluarlah kalian dan janganlah kalian menyakiti seorang pun.”

Hal ini berdasarkan kata-kata peringatan yang dicontohkan Rasûlullâh SAW ketika beliau mengusir syaithân golongan jin yang menyerupai ular rumah. Rasûlullâh SAW bersabda:

إِنَّ لِهَذِهِ الْبُيُوتِ عَوَامِرَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْهَا فَحَرِّجُوا عَلَيْهَا ثَلَاثًا فَإِنْ ذَهَبَ وَإِلَّا فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّهُ كَافِرٌ

Sesungguhnya di dalam rumah-rumah ada sekelompok jin, jika kalian melihat sesuatu dari mereka maka persempitlah untuknya tiga hari jika ia bersedia pergi, dan jika tidak maka bunuhlah karena sesungguhnya dia kafir.” (HR. Muslim)

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa bentuk ‘mempersempit’ dalam hadits tersebut: al-Qadhi berkata; Ibnu Hubaib telah meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:

أَنْشُدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِي أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَنْ لاَ تُؤْذُوْنَنَا وَ لاَ تَظْهَرَنَّ لَنَا

“Aku peringatkan kamu dengan janji yang telah diambil oleh Sulaiman bin Daud atas kalian, hendaklah kalian tidak menyakiti kami dan tidak menampakkan diri kepada kami. (Wiqâyatul Insân min al-Jin wa al-Syaithân, Syaikh Wahid ‘Abd al-Salam Bâli)

Kedua, bacakan do’a-do’a ruqyah syar’iyyah dan tiupkan pada air yang dicampur garam (sebagaimana keterangan hadits mengenai air yang dicampur garam:

بَيْنَا رَسُوْلُ الله ِ -صلى الله عليه وسلم -يُصَلِّيْ إِذْ سَجَدَ، فَلَدَغَتْهُ عَقْرَبٌ فِيْ أَصْبُعِهِ، فَانْصَرَفَ رَسُوْلُ اللهِ ِ-صلى الله عليه وسلم – وَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلعَقْرَبَ مَا تَدَعُ نَبِيًّا وَلاَ غَيْرَهُ. قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِإِنَاءٍ فِيْهِ مَاءٌ وَمِلْحٌ، فَجَعَلَ يَضَعَ مَوْضِعَ اللَّدَغَةِ فِيْ الْمَاءِ وَالْمِلْحِ، وَيَقْرَأُ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حَتَّى سَكَنَتْ

“Ketika Rasûlullâh -صلى الله عليه وسلم- sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allâh melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlâsh, al-Falaq dan al-Nâs, sampai beliau merasa tenang.” (HR. al-Baihaqi, hadits Hasan: Imam al-Haitsami رحمه الله menyatakan bahwa sanad hadîts tersebut hasan)

Imam ‘Abd al-Rauf al-Manawi menjelaskan: “Dalam riwayat itu Rasûlullâh telah memadukan antara obat yang bersifat alami dengan obat yang bersifat Ilahi. Sedangkan surat Ikhlâsh yang beliau baca, mengandung kesempurnaan tauhid, dari sisi pengetahuan dan keyakinan. Adapun surat al-Mu’awwidzatayn (al-Falaq dan al-Nâs) mengandung permohonan perlindungan dari segala hal yang tidak disukai, secara global dan terperinci. Dan garam yang beliau gunakan, merupakan materi yang sangat bermanfaat untuk menetralisir racun.”

Adapun tiupan dalam praktik ruqyah ini sebagaimana penjelasan Imam Ibn al-Atsir –rahimahullaah- yang berkata:

النَّفْثُ : شبيه بالنَّفخ وهو أقل من التَّفْل ، لأن التَّفْل لا يكون إلا ومعه شيءٌ من الرِّيِق

al-Naftsu yakni seperti dengan al-nafkhu yakni dibawah al-Taflu, karena al-Taflu tidak mengandung sesuatu kecuali air liur.” (Al-Nihaayah fii Ghariib al-Hadiits (5/87))

Ketiga, memercikkan air tersebut ke sudut-sudut tempat yang diruqyah. Syaikh Wahid bin ‘Abdus-Salam Bali menjelaskan: “Kemudian bawalah air tersebut ke seluruh penjuru (sudut-sudut) rumah, dan letakkanlah (dipercikkan) sebagiannya di setiap penjuru rumah, maka dengan izin Allâh mereka (syayâthîn) akan keluar. Lakukanlah cara pengobatan ini dengan niat ikhlas ketika membaca do’a tersebut dan memohon pertolongan kepada Rabb langit dan bumi.”

Mengenai cara ini ada penjelasan lebih lengkap dari Syaikh al-Tihamiy, yang menunjukkan praktik meruqyah tempat (khususnya kamar pengantin). Beliau berkata dalam kitabnya yang berbicara tentang pernikahan:

“Dan diantara tata krama bersetubuh juga adalah apa yang diisyaratkan beliau (Syaikh Ibnu Yamun) dengan ucapannya (sya’ir):

وغسلك اليدين والرّجلين في # آنية منها فهاك واقتف

ورشّه في كلّ ركن جاء # فاحفظ وقيت البأس والضّرّاء

“Dan basuhanmu kedua tangan dan kedua kaki sang istri di dalam # wadah, maka ambillah dan ikutilah. Dan menyiramnya ke setiap sudut rumah yang datang # maka peliharalah, niscaya engkau dijaga dari bahaya dan bencana.”

Syaikh at-Tihami pun menjelaskan:

فأخبر رحمه الله أنّه يطلب من الزّوج أيضا وقت الدّخول قبل أن يضع يده على ناصيتها أن يغسل طرف يدى العروسة ورخليه بماء في آنية، ويسمّى الله تعالى ويصلّى على رسوله -صلى الله عليه وسلم- ثمّ يرش بذٰلك الماء أركان البيت. فقد ورد أن فعل ذٰلك ينفى الشّرّ والشّيطان بفضل الله تعالى

“Maka Syaikh Ibnu Yamun memberitahukan bahwasanya seorang suami juga dituntut waktu hendak bersetubuh sebelum meletakkan tangannya di atas ubun-ubun istri, agar membasuh ujung kedua tangan pengantin wanita dan kedua kakinya dengan air di dalam wadah, mengucapkan asma Allâh dan bershalawat atas Rasûlullâh SAW, kemudian memercikkan air tersebut ke sudut-sudut rumah. Karena sungguh telah sampai (keterangan) bahwasanya melakukan hal itu akan meniadakan (menangkal) hal buruk dari syaithân, dengan sebab keutamaan (keagungan) Allâh.” (Qurratul ‘Uyûn bi Syarhi Nazham Ibnu Yâmûn, At-Tihami)

Bacaan yang Dibaca?

Seluruh ayat al-Qur’an pada dasarnya boleh digunakan dalam ruqyah syar’iyyah, namun di antaranya yang direkomendasikan:

  • Al-Faatihah

  • Al-Baqarah: 1-5, 255-257, 3 ayat terakhir

  • Ash-Shaaffaat: 1-10

  • Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas

  • Dan do’a-do’a perlindungan, kesembuhan dari as-Sunnah. DO’a-do’a selengkapnya



Rumah adalah tempat tinggal kita setelah bepergian dan beraktivitas di luar.
Cara Teknis Ruqyahnya sebagai berikut:



  1. Bersihkan rumah dan tempat tinggal dari unsur-unsur kesyirkan, seperti jimat-jimat yang tersimpan atau terpasang di atas pintu. Dan bersihkan juga dari foto, gambar, patung mahluk hidup yang bernyawa yang menghalangi malaikat rahmat dan enggan memasuki rumah.

  2. Memberi peringatan seperti bagian di atas

  3. Ambil 1 wadah air (atau sekitar 10 liter air) dalam keadaan masih ada wudhu lebih utama. Berniatlah dalam hati untuk meruqyah rumah dan tempat tinggal.  Mambaca doa perlindungan, lalu bacakan Surah Al Fatihah, Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, Surah  An Nas, Surah Al A'raaf ayat 117 - 122, Surah Yunus ayat 81-82, Surah Thaha ayat 68-70, dan Ayat Kursi, bacakan masing-masing 11 kali. Contoh baca Al Fatihah hingga selesai lalu tiupkan, lakukan hingga 11 kali kemudian lanjutkan dengan Ayat Kursi.. dan seterusnya.

  4. Setelah selesai percikankan atau semprotkan dengan sput prayer keseluruh lantai dan sudut rumah, jendela, pintu, langit-langit, dapur dan atap rumah. Sebaiknya lakukan setelah shalat isya di malam hari.
    Lakukan hingga terdapat tanda-tanda bahwa keberadaan jin atau sihir di rumah atau tempat itu telah hilang dengan izin Allah.

  5. Tanda-tanda umum akan ditemukan jenis binatang yang mati seperti; ular, tikus, kalajengking, ada bulu-bulu hewan di pagi harinya. Atau ada bau hangus terbakar beberapa menit setelah dipercikan atau disemprotkantkan. Jika melihat tanda diatas maka hentikan untuk ruqyah rumahnya.

  6. Lakukan dengan memohon pertolongan Allah ta’alaa

  7. Berusaha selalu berbuat ketaatan kepada Allah dalam rumah

Griya Ruqyah Al Hanif Kemiling
Perumnas BKP Blok J No 51
Reservasi ke HP/WA: 082311685474
Back To Top