Pusat Informasi Ruqyah di Lampung

Follow by Email

TERAPI BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | 082311685474

TERAPI BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | 082311685474

TERAPI BEKAM BANDAR LAMPUNG | klinik bekam BANDAR LAMPUNG | rumah bekam BANDAR LAMPUNG

Griya Bekam Ash Shihah
Bukit Kemiling Permai (BKP)
Kemiling Bandar Lampung 082311685474


BEKAM   DI BANDAR LAMPUNG | RUMAH BEKAM  DI BANDAR LAMPUNG | PRAKTEK BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | BEKAM BANDAR LAMPUNG | KLINIK BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | TERAPI BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | TEMPAT BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | ALAMAT BEKAM DI BANDAR LAMPUNG | THIBBUN NABAWY

 HIJAMAH (Bekam, Cupping, Cantuk)
Mukjizat Pengobatan Rasulullah SAW


Hari-hari ini, sangat ramah di telinga kita, penawaran terapi dengan pendekatan bekam.Termasuk di kota BANDAR LAMPUNG.Cek saja di google, dengan menggunakan kata kunci Rumah Bekam BANDAR LAMPUNG, Klinik Bekam BANDAR LAMPUNG,Terapi Bekam BANDAR LAMPUNGTempat Bekam BANDAR LAMPUNG, Bekam BANDAR LAMPUNG, alamat bekam di BANDAR LAMPUNG, praktek bekam di BANDAR LAMPUNG, hijamah di BANDAR LAMPUNG, dan masih banyak lagi. Memang bekam adalah solusi untuk penyembuhan banyak ragam penyakit. Bagi Anda yang belum begitu ramah dengan kata 'bekam', silakan ikuti uraian di bawah ini

PENDAHULUAN
Berobat adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan orang-orang Shalih, termasuk pula Rasulullah Muhammad SAW, bahkan beliau memerintahkan :

“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua”. (HR. Abu Daud).

“Perut adalah rumah bagi segala macam penyakit, dan penjagaan atas makanan adalah permulaan pengobatan”. (HR. Ad Dailami).

“Setiap penyakit ada obatnya, jika suatu obat tepat untuk suatu penyakit maka dengan seijin Allah penyakit itu akan sembuh“ (HR. Muslim)

Dan tatkala Nabi Ibrahim jatuh sakit beliau berkata :
“Dan apabila akau sakit Dialah (Allah SWT) yang menyembuhkan aku”. (QS. Asy-Syu’ara : 80).

Banyak ragam pengobatan & penyembuhan dengan hasil yang benar-benar nyata dan dapat dirasakan, berkat penemuan dan usaha manusia. Tapi adakah yang dapat mengalahkan pengobatan cara Nabi SAW, yang perkataannya hanyalah berdasarkan wahyu, tidak diucapkan menurut dorongan nafsu?

“dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)“. (QS. An Najm : 3-4)

Ibnul Qayyim Berkata : “Pengobatan cara Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan cara Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti, bernuansa Illahy berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal“ (Pengobatan & Penyembuhan menurut wahyu Nabi SAW hal. 60).

Pengobatan & Penyembuhan Cara Nabi SAW ada empat macam :
1. Spiritual Illahiyah, do’a dan dzikir atau dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah.
2. Materi Natural, yaitu obat alamiah bukan obat kimia sintetis, berupa resep-resep nabawy, seperti : madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, jahe, bawang putih, timun, dll.
3. Bersifat Terapi, seperti : Hijamah, al kayy, pemijatan, usapan, dll.
4. Kombinasi dari ketiganya.

DEFINISI BEKAM / AL HIJAMAH

Dalam bahasa Melayu, hijamah biasa disebut bekam. Di masyarakat Jawa dan lainnya disebut kop atau cantuk. Di Sumbawa dan sekitarnya disebut tangkik atau batangkik. Dalam Bahasa Inggris disebut blood cupping atau blood letting. Dengan bahasa yang lebih ilmiah, cakupan yang lebih luas dan dengan pendekatan medis, kami menyebutnya Oxidant Drainage Therapy yang disingkat ODT.

Secara terminologis dapat dipahami, bahwa hijamah adalah: Pengeluaran “darah kotor” dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan melakukan penyedotan dan penyayatan pada bagian yang dimaksud.

Karena penggunaan istilah “darah kotor” untuk darah hijamah ini dapat dimaknai lain, misalnya darah haid wanita, maka kami lebih suka menyebutnya toxin atau racun. Tapi karena cakupan toxin ini terbatas, maka kami lebih suka menyebutnya oxidant.

Jadi definisi Bekam / hijamah yang lebih luas ialah metode pengobatan dengan penyedotan kulit di bagian-bagian tertentu untuk mengeluarkan racun, toxin dan oxidant dalam tubuh melalui torehan tipis pada pembuluh darah perifer di kapiler pada lapisan epidermis.

Al Hijamah disebut juga kop, bekam, cantuk, besungu, cupping terapi (terapi gelas), blood letting.

BEKAM / HIJAMAH ADA 2 MACAM :

  1. Hijamah Jaffah (bekam kering),hijamah hanya berupa cupping (penyedotan), yang prinsip kerjanya mengeluarkan angin dari tubuh.


Bekam Kering dibagi 2 macam :

  • Bekam tarik

  • Bekam luncur

  • Bekam magnit


2. Hijamah Damawiyyah (bekam basah),hijamah dengan cara mengeluarkan darah dari kulit yang sudah dicupping (disedot) sebelumnya. Rasulullah hanya mengenal cara yag kedua dan tidak mengenal cara pertama, dan cara mengeluarkan darah ialah dengan Syarthoh (sayatan).

BEBERAPA HADITS TENTANG BEKAM / AL HIJAMAH

  1. Termuat di dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW; beliau bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal: sayatan hijamah (bekam), minum madu, dan sundutan dengan api. Tetapi aku melarang ummatku melakukan sundutan” .

  2. “Sesungguhnya cara pengobatan kalian ang paling ideal adalah hijamah dan menggunakan al qusthul bahri”. (Muttafaq alaihi).

  3. Termuat dalam Sunan Ibnu Majah, dari Katsir Ibnu Salim, dia berkata: Aku mendengar Anas Ibnu Malik mengatakan: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Aku tidak melewati malaikat pada malam Isro’ Mi’roj, kecuali mereka mengatakan: “Wahai Muhammad, perintahkanlah kepada ummatmu untuk berbekam” .

  4. “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah”. (HR. Ibnu Majah & At Tirmidzi).


WAKTU UTAMA MELAKUKAN BEKAM / AL HIJAMAH

Waktu yang paling ideal untuk melakukan hijamah adalah :

-  Siklus jam-an : rentang ± 2 jam sesudah makan

-  Siklus harian : antara jam 8.00 – 10.00 atau jam 13.00 – 15.00

-  SIklus mingguan : Senin, Selasa dan Kamis.

-  Siklus Bulanan : setiap tanggal 17, 19, 21 dari bulan Qomariyah.

-  Tahunan : Bulan Sya’ban, untuk pengobatan preventif agar dibulan Ramadhan tubuh bugar dan dapat menyelesaikan berbagai aktifitas ibadah dengan sempurna di bulan yang penuh berkah.

Dari Abbdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu, beliau berkata, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Waktu yang paling baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19, dan 21 (dari bulan Qomariyah)”. (Shahih Sunan At Tirmidzi).

Rasulullah SAW bersabda: “Hijamah sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah kecerdasan akal, menambah kekuatan hafalan orang-orang yang menghafal, siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hjamah, hendaklah dia melakukannya pada hari Kamis, atas nama Allah, Hindarilah hijamah pada hari Jum’at, hari Sabtu dan hari Ahad.

Lakukanlah hijamah pada hari Senin dan Selasa. Hindari hijamah pada hari Rabu, karena itu merupakan hari ketika Ayyub di timpa bala’. Penyakit lepra dan kusta tidak muncul melainkan pada hari rabu atau malam rabu”. (Shahih Sunan Ibnu Majah, Al AlBany, 2/261).

Al Khallal berkata, Aku diberitahu oleh Ismah bin Isham, dia berkata, aku diberi tahu Hambal, dia berkata: “Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan hijamah kapanpun ketika darah bergejolak (tidak normal), dan kapanpun waktunya”, (Ath Thibb An Nabawy, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 59).

Termuat di dalam Atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong (rentang ± 3 jam sesudah makan) merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.

Pengarang Al-Qanun, Ibnu Sina berkata: “Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena darah belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak diakhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan”.

Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan oleh para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan hijamah, karena saat itulah darah sedang tidak normal, maka waktu datangnya sakit adalah merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat itulah darah sedang tidak normal.

LAKI-LAKI MEMBEKAM WANITA ATAU SEBALIKNYA

Ibnu Baththal berkata, “Pengobatan dengan hijamah terhadap wanita hanya boleh dilakukan mahramnya, atau oleh para wanita yang memang dapat melakukannya, sebab tempat yang akan diobati tidak boleh disentuh oleh lain mahram”.

Jadi, Hijamah terhadap wanita harus dilakukan oleh ahli hijamah wanita, hijamah terhadap laki-laki harus dilakukan oleh ahli hijamah laki-laki pula. Kalaulah harus dilakukan secara bersilang (karena mendesak, darurat) maka mahram harus menyertainya.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN BEKAM / AL HIJAMAH

Insya Allah semua penyakit dapat disembuhkan dengan hijamah, sesuai dengan pernyataan Nabi SAW, hijamah merupakan cara pengobatan & penyembuhan yang paling ideal. Menurut kajian medis modern hijamah dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena sel-sel darah putih tidak ikut keluar dari tubuh dan hanya sel-sel darah merah yang keluar. Adapun beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan hijamah berdasarkan penelitian ilmiah dan praktik langsung, yaitu :

  1. Sakit kepala

  2. Masuk angin

  3. Migraine

  4. Lumpuh setengah badan (hemiplegia)

  5. Pendarahan pada otak

  6. Encok (sciatica)

  7. Sakit gigi, telinga, mata, hidung

  8. Varices

  9. Reumatik

  10. Sakit tulang punggung

  11. Wasir

  12. Elephantiasis (kaki gajah)

  13. Haid tidak teratur

  14. Tumor

  15. Sakit tenggorokkan

  16. Sesak napas

  17. Alergi; gatal-gatal, asma, bronchitis

  18. Benjol-benjol di lengan dan paha

  19. Dada berdebar-debar

  20. Buang air kecil tanpa terkontrol

  21. Sakit liver dan limpa

  22. Kanker

  23. Sembelit, lambung & pencernaan

  24. Bisul

  25. Asam Urat

  26. Kolesterol

  27. Impotensi

  28. Penyumbatan pembuluh darah

  29. Darah tinggi

  30. Pundak pegal-pegal & kaku

  31. Kaki & tangan kesemutan


Griya Bekam Ash Shihah
Bukit Kemiling Permai (BKP)
Kemiling Bandar Lampung 082311685474


BEBERAPA TITIK HIJAMAH

Dari Ibnu Abbas dia berkata: “Nabi SAW berbekam pada kepalanya yang sering pusing-pusing…. (HR. Bukhari)

Termuat di dalam Ash-Shahih, bahwa “beliau berbekam pada kepalanya ketika dalam keadaan ihram, untuk menghilangkan pening yang ada di kepalanya.”

Abu Na’im menyebutkan di dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan lima penyakit”, salah satu diantaranya adalah lepra.

Di dalam hadits lain termuat: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit”. Segolongan dari mereka menganggapnya baik dan mengatakan bahwa hal itu bermanfaat terhadap exophthalmos, yaitu penonjolan bola mata, kelebatan alis, dan kelebatan bulu mata, disamping bermanfaat pula terhadap kotoran kelopak mata.

Termuat di dalam Sunan Abu Daud, dari Hadits Jabir, bahwa Nabi SAW berbekam pada pinggul beliau untuk menghilangkan kelesuan.

CATATAN PENTING UNTUK DIKETAHUI BERSAMA

Jangan Melakukan Hijamah di Tempat :

  1. Terbuka, seperti di halaman, di pinggir jalan.

  2. Yang banyak debunya

  3. Terlalu kuat hembusan angingnya: Jangan nyalakan kipas angin, blower AC


Alat-alat Hijamah harus Digunakan Untuk Satu Orang :

  1. Pisau Penyayat, bisturi, surgical blade

  2. Jarum (blood lancets)

  3. Handglove (sarung tangan)

  4. Kasa & Tisue


Cup (Gelas) dan Alat Hijamah Tidak Boleh di Gunakan untuk Orang lain :

  1. Penyakit Kelamin : HIV, AIDS, Herpes Genitalis, Gonorhea, dll

  2. Hepatitis

  3. Kecanduan Narkoba

  4. Herpes

  5. Pernah transfusi darah.


Bersihkan Cup (gelas) dengan:

  1. Hidrogen peroxide (H2O2) / Perhidrol 3%.

  2. Rendam dengan larutan Natrium Hipochlorida (NaOCl) 5,25% dengan perbandingan : 1ml  NaOCl : 9 ml H2O.

  3. Air mengalir

  4. Alkohol 70%


Catatan : untuk mengencerkan larutan H2O2 kadar 50% menjadi 3% adalah = 3/50 x 1000 ml = 60 ml, artinya 940 ml H2O (Aqudes/Air Suling) + 60 ml H2O2 50% = 1000 ml H2O2 kadar 3%.

Awas ...!!! Jangan Pergunakan :

  1. Silet sebai alat penyayat, meskipun baru dan sudah direndam didalam alkohol atau diolesi alkohol, berbahaya...!!! Minimal sangat merugikan praktik hijamah secara umum.

  2. Pisau biasa tanpa proses sterilisasi.

  3. Tisue sebagai perbersih darah.

  4. Kapas kecantikan sebagai pembersih darah.

  5. Kain biasa, kaos, meskipun baru.

  6. Jangan pula buang darah, kapas, kasa, tisu, jarum, bisturi dan kasa serta sampah hijamah di tempat sampah, tapi bakarlah...!


REFERENSI :

Al Qur’anul Karim

Pengobatan & Penyembuhan Menurut Wahyu Nabi SAW, Aiman bin Abdul Fattah, penerjemah : Kathur Suhardi.

http://assabil-aho2.com

Keajaiban Thibbun Nabawi; Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Metode Pengobatan Nabawi, Aiman bin Abdul Fattah, penerjemah : Hawin Murtadlo.

Al Qur’an Bertutur Tentang Makanan & Obat-Obatan, Dr. Jamaluddin Mahran, Dr. Abdul Azhim Hafna Mubasyir.

Metode Pengobatan Preventif Rasulullah SAW, Prof. Abdul Basith Muhammad As Sayyid.

100 Kisah Pengobatan dengan Do’a, Air Zam-zam, Madu, Habbatussauda’, Majdi Fathi Sayyid.

Terapi Herbal Cara Islam; Manfaat tumbuhan Menurut Al Qur’an & Sunah Nabi, Dr. M.I.H Farooqi

Habbatussauda’ Thibbun Nabawy dalam Menangani Berbagai Penyakit & Memelihara Kesehatan Tubuh, dr. H. Hendrik, S.Ked. M.Kes

300 Resep Islam; Cara Sehat Versi Ibnu Sina, Husain Bahreisy

BEKAM Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi SAW, DR. Muhammad Musa Alu Nashr

BEKAM Sunnah Nabi & Mukjizat Medis, Syihab Al Badri Yasin

Anatomi Hijamah titik-titik BEKAM, Kathur Suhardi, Aminah Syafa’ah

BEKAM Mukjizat Pengobatan Nabi SAW, DR. Aiman Al Husaini

Materi Pelatihan HIJAMAH, Kathur Suhardi

Metode Pengobotan Nabi SAW (Ath Thibbun )

 

Griya Bekam Ash Shihah
Bukit Kemiling Permai (BKP)
Kemiling Bandar Lampung 082311685474

Sedekah Untuk Kesembuhan

Ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang diderita bisa dilakukan dengan berbagai cara yang baik. Salah satu yang utama adalah dengan menggunakan Thibbun Nabawi, namun selain itu, seseorang juga bisa berikhtiar atas penyakitnya dengan bersedekah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Dawud, At Thabarani dan Al Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al-AlBani dalam Shahihul Jami’).

Syaikh Abdullah Al-Jibrin rahimahullah berkata,

، ومعناه أن الصدقة علاج نافع مفيد يشفي الأمراض ويخفف الأسقام، ويؤيده قول النبي – صلى الله عليه وسلم – (( الصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار )) فلعل بعض الأمراض تحدث عقوبة على ذنب أصابه المريض ، فمتى تصدق عنه أهله زالت الخطيئة، فزال سبب المرض ، أو أن الصدقة تكتب له حسنات، فينشط قلبه بها ويخف مع ذلك ألم المرض، والله أعلم.

“Maknanya bahwa sedekah adalah pengobatan yang bermanfaat dan berguna untuk menyembuhkan orang yang sakit serta meringankan rasa sakit (keluhan), hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa salllam, “Sedekah bisa menhapuskan dosa sebagaimana air mematikan api”. Bisa jadi sebagian penyakit yang menimpanya adalah hukuman atas dosa yang dilakukan oleh yang sakit. Maka ketika keluarganya mensedekahkan untuknya, hilanglah dosanya, maka hilanglah sebab penyakitnya, atau dengan sedekah ditulis baginya kebaikan-kebaikan, maka hatinya akan bersemangat dan menjadi ringan rasa sakitnya. Wallahu a’lam”.[ Fatawa Asy-Syar’iyyah fi masa’ilit Thibbiyah]

Abdur Ra’uf Al-Munawi rahimahullah berkata,

قال المناوي: “أمر بمداواة المرضى بالصدقة، …وقد جرَّب ذلك الموفقون، فوجدوا الأدوية الروحانية تفعل ما لا تفعله الأدوية الحسيَّة

“Orang yang sakit diperintahkan sering-sering bersedekah… hal ini sudah terbukti bagi yang telah berhasil, mereka mendapatinya sebagai obat  (penyembuh) ruhaniyah yang ampuh dimana tidak didapatkan pada obat biasa.” [ Faidhul Qadhir 3/515]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“إن للصدقة تأثيرا عجيبا في دفع أنواع البلاء، ولو كانت من فاجر أو من ظالم، بل من كافر، فإن الله تعالى يدفع بها عنه أنواعا من البلاء، وهذا أمر معلوم عند الناس خاصتهم وعامتهم، وأهل الأرض كلهم مقرون به؛ لأنهم جرَّبوه”

“Sedekah memiliki pengaruh yang ajaib dalam mencegah berbagai bala’, walaupun sedekah dari seorang fajir (ahli maksiat) atau dzalim bahkan dari orang kafir. Karena Allah mencegah dengan sedekah berbagai bala’. Hal ini telah diketahui oleh manusia baik yang awam ataupun tidak. Penduduk bumi mengakui hal ini karena mereja telah membuktikannya.” [Al-Waabilus Shayyib hal. 49].

Para salafush shalih juga mengeluarkan sedekah yang sepadan dengan penyakit dan musibah yang menimpa mereka. Mereka mengeluarkan harta mereka yang paling mereka cintai.

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat. Ia telah bertanya kepada para dokter, namun tidak menghasilkan apa-apa. Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya, “Pergi dan galilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh”. (Kisah ini terdapat dalam “Shahih at-Targhib”).

Semoga, sedikit tulisan ini bisa memberikan manfaat kepada kaum muslimin, khususnya bagi mereka yang sedang terkena musibah penyakit. Wallahu a’lam bish shawab.
TAZKIYATUN NAFS PADA RUQYAH ANAK BANDEL

TAZKIYATUN NAFS PADA RUQYAH ANAK BANDEL

ANAK BANDEL

 Ikhwan point tertinggi yang menjadi sumber masalah anak kita bandel adalah : seringnya sang anak sedari kecil sudah mulai dimasukan kedalam suasana konflik, tentunya konflik dari kedua orang tuanya

 Ketika kita bertengkar dengan pasangan kita ( suami dan istri), anak kita selalu menjadi penonton setia dari konflik kita dengan istri kita, kita seolah - olah tidak merasa bersalah ketika kita mempertontonkan konflik dihadapan anak kita yang nantinya karakter anak kita akan tumbuh juga penuh dengan konflik...

Ketika mulai dewasa, ucapannya, tingkah lakunya akan seperti cerminan orang tuanya persis tergambar seperti apa yang sering diucapkan pada saat bertengkar dengan pasangannya dihadapan anaknya, apalagi jika Ada KDRT tentunya anak kita akan mengikuti pola Sikap kedua orang tuanya yang membentuk karakter si anak demikian pula....
Apalagi kalau kita secara sengaja mendidik anak kita secara verbal....

" Lihat tuh nak Ayah kamu Selalu menyakiti ibumu ini gak pernah bahagiain ibu dst.... "

" Lihat Ibumu nak, ngebantah terus kepada suaminya yang bla bla bla....

Ini Lebih gawat Lagi....
Ada yang pernah ngalamin seperti itu... ? " Tentunya Banyak sekali "

ANAK BANDEL GADGET

 Sering sekali para orang tua curhat " Kang Anak Saya Kecanduan Gadget " semakin hari semakin susah untuk berlepas diri dari gadget malahan sekarabg sekarang anak kami sering membantah orang tuanya dan tidak mau nurut sama sekali jika disuruh dalam hal baik...

Oke Ikhwah...

Jika hal tsb. Terjadi terhadap anak kita maka ada satu "TANDA TANYA BESAR " disana siapa yang harus dipersalahkan atas masalah tsb...??

Saya selalu menanyakan kepada kedua orang tua yang cuehat tentang masalah tsb.

" KENAPA ANAK SEKECIL ITU BISA KECANDUAN GADGET...? "

lebih Tegasnya...

" SIAPA YANG MENGIZINKAN ANAK TERSEBUT MEMEGANG GADGET...? "

Mereka kebanyakan ada yang terdiam ( karena sadar akan kesalahannya)
Ada juga yang mengaku " IYA KAMI ( ORANG TUANYA ) sambil tersipu malu...
Ada juga yang langsung menangis ( penuh dengan penyesalan) ....

Ikhwah...
Ketika gadget sudah mendominasi dalam kehidupan anak kita berarti gadget tersebut adaah

" SIMBOL PENGGANTI KASIH SAYANG KITA SEBAGAI ORANG TUA "

yang mana sang anak lebih merasa nyaman dengan gadgetnya daripada kita sebagai orang tuanya, karena kita sudah memasrahkan anak kita kepada gadget..
Kita memasrahkan kasih sayang kita kepada anak kita kewat gadget...
Kita sudah memasrahkan perhatian kita kepada anak kita kepads gadget....

Yang pasti...

Anak anak yang kecanduan dan sulit berlepas diri dari gadget adalah " ANAK YANG KURANG PERHATIAN, KURANG KASIH SAYANG, KURANG KOMUNIKASI VERBAL YANG BAIK DENGAN KEDUA ORANG TUANYA....

ANAK BANDEL KARENA DO'A ORANG TUA

 Ikhwan kita sebenarnya sudah membahas ini di artikel Diagnosa Sederhana Ruqyah #3 kemaren.... Ketika para orang tua mulai merasa dipuncak kesabaran "katanya " mereka tanpa sadar atau memang kebiasaan selalu memarahi anak anak nya dengan kata kata yang mungkin menjadi do'a untuk anaknya....

Contoh :

=> Kamu nakal banget sih mau jadi preman kamu nantinya.....?

=> " DASA ANAK SET*N " ( Seolah olah kita mempersilahkan dan mendoakan anak kita kelakuanya seperti apa yang kita sebut sebut sewaktu kita memarahinya "

ANAK BANDEL TERINTREPRENSI JIN

 Pada dasarnya point point diatas sangat amat bisa mengundang jin berulah terhadap sang anak yang mana akan menambah Volume Kebandelannya sang anak..

Namun di point ini mungkin kita semua sudah paham terutama para peruqyah bahwasanya Kenakalan sang anak bisa karena gangguan jin yang diakibatkan kesyirikan kesyirikan kedua orang tuanya / muamalahnya dengan bangsa jin oleh kedua orang tuanya

Seperti punya zimat, pusaka, dan wafaq serts lain sebagainya...

Dikarenakan rumahnya yang sering ditanam benda benda syirik seperti tumbal rumah dan lain sebagainya....

Ikhwah..
Point point diatas banyak sekali terjadi
Dilapangan ( dalam dunia Ruqyah)

Menyelesaikan masalah tersebut sangat berneka ragam sekali caranya....

1. Ketika sang anak berada diumur dibawah baligh dengan memberikan pemahaman kepada kedua orang tuanya dan diruqyah bersama kedua orang tuanya ini efisien terutama di ruqyah oleh kedua orang tuanya...

2. Ketika sang anak sudah dalam kondisi baligh menempatkan kembali posisi fitrohnya masing masing dan memberikan motivasi ( Fitroh sebagai orang tua yang baik bagi anaknya & Fitroh sebagai seorang anak yang baik dan sholeh terhadap kedua orang tuanya) tentunya ini buruh skill komukasi yang baik agar apa yang kita ( peruqyah) sampaikan dapat diterima dan dijalankan terutsma oleh anaknya) dan mengingatkan jasa jasa orang tua kepada anaknya lebih efektif disertai muhasabah bagi sang anak....

3. Kesadaran dan taubat kedua orang tuanya terhadap masalah terkait yang amat sangat menjadi point utama..

3. Untuk anak yang gangguan akut terhadap Gadget ada 2 Cara :

a. Ketika Sang anak dibawah baligh yang paling efisien adalah mereplace gadget kepada hal yang lebih bermanfaat lainnya dan yang menyenangkan tentunya point pentingnya adalah adanya peran kita sebagai orang tua mendampingi bermain sang anak sambil mendidik anak dengan cara yang baik dan menyenangkan...

b. Ketika sang anak diusia remaja :

Ana sering memberikan muhasabah terhadap anak tentang Mengingat jasa kedua orang tua : tapi ini diperlukan orang ketiga untuk mengingatkan sang anak

Contoh :

Tentang bagaimana sedari kecil kita hingga saat ini senantiasa selalu dan selalu punya banyak permintaan kepada kedua orang tua yang tak terhitung berapa kali kita sebagai seorang anak banyak permintaan, dan kedua orang tua kita selalu berikhtiar untuk memenuhi permintaan kita anaknya...

Namun,
Pada saat ini orang tua kita yang sudah memenuhi 1000 permintaan kita bahkan mungkin tidak bisa terhitung, mereka hanya minta dua permintaan saja

~ Meminta kita menjadi anak yang sholeh dan Sholehah
~ Meminta kita Menjadi anak yang berbakti dan baik kepada kedua orang tuanya Kita belum bisa...?

Tentunya Kedua Orangtuanya lah yang amat sangat berperan penting bagi anak anaknya...

Hayu..
Para orang tua khususnya ana pribadi kita pantaskan diri kita dihadapan Allah ta'ala agar kita pantas menjadi teladan untuk anak kita dalam kebaikan dan agar kita pantas mendapatkan anak anak yang sholeh dan sholehah..

Point point diatas hanya beberapa saja banyak sekali kasus kasus lainnya yang perlu ditulis sedikit demi sedikit terkait sumber masalah terhadap anak kita....

Wallahu'alam. Barakallahu Fiikum

Sumber: Rizqi Ginanjar Al-bantanny

 

Tulisan ini di post oleh tim klinikruqyah.com bandar lampung yang di ambil dari tulisan fb sumber. Hub. 0823 11 68 5474
Back To Top